Kanal

Disbudpar Bentuk Desa Sadar Wisata di Lembata

- Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lembata, Apol Mayan (kiri) saat menerima tim dari Disbudpar NTT, Rabu (5/9/2018). - pos kupang.com, frans krowin

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dusbudpar) NTT bekerja sama dengan Disbudpar Lembata, membentuk kelompok sadar wisata di kabupaten tersebut. Kelompok sadar wisata itu terdiri dari warga desa yang ada di destinasi-destinasi wisata.

Baca: WOW ! Sidang Pembahasan KUA PPS di DPRD Manggarai Kembali Ricuh. Ini Pemicunya

Hal itu diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Budpar Lembata, Apolonaris Mayan, ketika ditemui Pos Kupang.Com di kantornya, Rabu (5/9/2018). Saat itu ia sedang menerima tim dari Disbudpar NTT yang turun ke Lembata untuk membentuk kelompok sadar wisata di daerah tersebut.

Dikatakannya, pembentukan kelompok sadar wisata tersebut merupakan yang pertama kali dalam tahun 2018 ini. Hal tersebut merupakan sebuah langkah maju dalam upaya pembenahi destinasi-destinasi wisata di Kabupaten Lembata.

Momentum pembinaan warga untuk sadar wisata itu, lanjut Apol juga sangat strategis. Karena kegiatan itu berlangsung pada saat Lembata sedang bersiap-siap menyelenggarakan Festival 3 Gunung (F3G) yang kini sedang menggeliat.

Mengingat daerah ini memiliki banyak sekali destinasi wisata, kata dia, maka masyarakat harus betul-betul disiapkan. Kesiapan masyarakat itu sangat besar artinya dalam menentukan berhasil tidaknya perkembangan sektor wisata di daerah tersebut

Terkait pembentukan desa sadar wisata di Kabupaten Lembata, kata Apol, Disbudpar NTT punya agenda besar. Agenda itulah yang akan ditransformasikan kepada masyarakat melalui pertemuan yang akan diselenggarakan pada Kamis (6/9/2018) besok. Kegiatan tersebut nantinya berlangsung di Hotel Palm Lewoleba.

Para peserta kegiatan itu, katanya, diundang dari desa-desa yang berada di area destinasi wisata. Maksudnya, ketika destinasi itu dikembangkan maka masyarakat setempat telah siap untuk itu. Karena masyarakat setempat harus siap menerima wisatawan sekaligus mampu menjaga serta merawat fasilitas yang dibangun demi keberlanjutan pengembangan potensi pariwisata itu.

Menurut Apol, pariwisata Lembata, kini sedang menggeliat. Geliatnya makin terasa, seiring terus dijualnya seluruh potensi wisata yang ada di daerah ini. Salah satu moment penjualan potensi itu, adalah Festival 3 Gunung yang kini sedang menuju puncak.

"Bagi kami, semua kegiatan di Lembata saat ini harus diarahkan seluruhnya untuk menyukseskan festival 3 gunung tersebut. Dan, itu yang sedang berjalan sekarang ini," ujarnya. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang

Wanita Tewas Dalam Lemari Pernah Unggah Foto Bersama Pelaku, Sempat Usir dari Kos sebelum Dibunuh

Berita Populer