Kanal

Bumdes Pariwisata: Dari Flotim untuk Indonesia

Ilustrasi -

Menteri Arif Yahya juga menegaskan, pemanfaatan dana desa dari Kemendes dan PDTT untuk pengembangan desa wisata. Jika 10% dari total dana desa dialokasikan untuk pariwisata, maka hal ini akan membantu. Artinya tiga kementerian bersinergi untuk pengembangan desa wisata demi meningkatkan kesejahteraaan masyarakat desa.

Kementerian Pariwisata menargetkan 20 juta wisatawan mancanegara dan 275 juta wisatawan nusantara pada tahun 2019. Target tersebut dapat dicapai dengan strategi pengembangan wisata "3A" yaitu Atraksi, Akses dan Amenitas. Sebagai tambahan perlu adanya "Accomodation dan Awareness", sehingga menjadi "5A".

Atraksi adalah berbagai daya tarik wisata baik wisata alam, budaya maupun buatan. Akses merupakan dukungan infrastruktur berupa jalan, jembatan, kapal, perahu, kendaraan roda dua atau roda empat atau moda transportasi lainnya. Amenitas adalah pendukung wisata berupa sanitasi, souvenir, restoran, warung makan dan pondok berteduh wisatawan.

Accomodation meliputi home stay, hotel maupun penginapan. Sedangkan awareness adalah kesadaran masyarakat akan keberadaan objek wisata, sikap keramahan dan kepedulian akan lingkungan di tempat wisata.

Dengan mengacu pada target Kementerian Pariwisata pada tahun 2019, maka 60% difokuskan pada wisata budaya dan 35% pada wisata alam, sementara sisanya 5% wisata buatan.

Data Kemendes 2016 menyatakan dari 74.754 desa, terdapat 1.902 berpotensi sebagai desa wisata, 7.505 desa mempunyai restoran/rumah makan, dan 18.000 memiliki Bumdes. Data Kemenpar terdapat 4,2 juta wisman berkontribusi pada 1,9 juta wisata perdesaan dan 2,3 juta ke wisata perkotaan.

Dari data tersebut, NTT memegang peranan penting karena memiliki 458 destinasi wisata. Dominasi wisata alam dan wisata budaya. Namun hal yang menarik adalah wisata unik di Larantuka yaitu wisata rohani Semana Santa. Selain wisata rohani, Larantuka,sebagai pintu gerbang Flores Timur (Flotim) memiliki potensi kekayaaan alam dan budaya serta adat istiadat yang elok untuk diekspos.

Bagaimana cara mengubah potensi menjadi peluang? Berkaca dengan keunggulan wisata rohani di Larantuka perlu ada suatu strategi untuk membuat turis tidak hanya datang melakukan satu aktivitas wisata rohani. Turis perlu dikenalkan pada wisata alam dan budaya yang menjadi tradisi di Larantuka yang dikemas dalam Desa Wisata.

Tren turis adalah mencari venue yang bisa digunakan untuk berswafoto (selfie) maupun foto berkelompok (we-fie). Desa wisata yang bisa dikembangkan adalah Desa Lewoklouk, Kecamatan Demon Pagong yang memiliki mata air Bama.

Dengan dukungan Dinas Pariwisata Kabupaten Flotim bisa menata taman di sekitar mata air, menyiapkan jajanan tradisional di sekitar objek wisata, menata parkir dan mulai membuka paket wisata yang dikombinasi dengan budaya lokal, misalnya tarian setempat. Pembentukan kelompok sadar wisata menjadi cikal bakal pemberdayaan masyarakat lokal.

Halaman
1234
Editor: Putra
Sumber: Pos Kupang Cetak

5 ABG Digerebek Hendak Gelar Pesta Seks di Makassar, 3 Gadis Masih di Bawah Umur

Berita Populer