Kanal

Angin Terlalu Kencang Nelayan Tak Melaut

Perahu motor nelayan terpaksa dilabuhkan sementara waktu lantaran angin sangat kencang. Gambar diabadikan, Rabu (5/9/2018) pagi. - POS KUPANG/FRANS KROWIN

LaporanĀ  Reporter POS KUPANG.COM, Frans Krowin

POS- KUPANG.COM|LEWOLEBA -- Lantaran angin laut terlalu kencang, para nelayan di Lewoleba, Kabupaten Lembata memilih untuk istirahat. Para nelayan itu tidak melaut karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Meski mereka enggan melaut namun saat mengisi waktu istirahatnya, para nelayan itu senantiasa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperbaiki alat tangkap yang rusak dikoyak ikan.

Mereka menjahit kembali alat tangkap yang rusak tersebut, kemudian membentangkan kembali pukat yang telah diperbaiki itu pada tempat yang teduh. Pukat itu sepertinya tidak dibiarkan terpanggang panasnya mentari.

Bila pekerjaan membetulkan pukat itu telah selesai dikerjakan, maka mereka beralih lagi ke pekerjaan yang lain. Pekerjaan lain itu, diantaranya memeriksa perahu motor yang digunakan atau mengelap bodi mesin perahu motor itu dan pekerjaan lain.

Aktivitas nelayan Lewoleba itu disaksikan Pos Kupang.Com, Rabu (5/9/2018) pagi. Salah seorang nelayan yang larut dalam pekerjaan itu, adalah Mahmud, asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Telah lama Mahmud menetap di Lewoleba dan sesekali baru pulang ke tanah kelahirannya di propinsi tersebut.

"Kalau musim angin seperti ini, kami tidak bisa berbuat banyak. Kami tidak bisa memaksa diri untuk melaut karena telalu berisiko. Daripada terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, lebih baik istirahat saja. Tapi selama tidak melaut, kami memperbaiki alat tangkap yang ada," ujar Mahmud, Rabu (5/9/2018) pagi.

Lantaran para nelayan umumnya tak melaut, sehingga harga ikan di Lewoleba saat ini relatif mahal.

Ikan kombong besar (sebesar 4 jari tangan) yabg biasabya dijual seharga Rp 20.000/3 ekor, kini berkurang menjadi Rp 20.000/2 ekor.

Jika tidak, maka ikan dijual dengan harga yang sedikit lebih mahal, yakni Rp 25.000/3 ekor untuk ikan ukuran sedang. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang

Satu Keluarga di Bekasi Tewas, Tetangga Dengar Korban Telepon Bahas Uang dan Mobil dengan Nada Keras

Berita Populer