Kanal

Akhirnya Lembaga Du’a Mo’an Dibentuk di Desa Koting C

Victor Nekur - POS KUPANG/EUGINIUS MOA

Laporan  Reporter POS KUPANG.COM, Euginius Mo’a

POS-KUPANG.COM|MAUMERE--Lembaga  adat, dalam  Bahasa  Sikka di  Pulau  Flores,  Propinsi Nusa Tenggara  Timur  (NTT) disebut  lembaga  Du’a Mo’an  akhirnya dibentuk  di  Desa  Koting C, Kecamatan  Koting. 

Rencana  pembentukan kembali  lembaga  hukum adat  akan diawali dengan pertemuan para tokoh  adat dan tokoh masyarakat Desa Koting  C, Rabu  pagi ini.

“Kami  harapkan  pembentukan  lembaga adat ini bisa melestarikan kembali nilai  adat istiadat  yang  mulai  dilupakan generasi muda  saat ini,” kata Kepala  Desa Koting  C, Yulius  Yulianus, kepada  POS-KUPANG.COM, Rabu  (5/9/2018)  pagi  di Maumere.

Dibentuknya  kembali  lembaga  adat ini, kata  Yulius, tak hanya  menghidupkan dan melestarikan warisan  budaya  adat,  tetapi juga menjadi  sarana  menyelesaikan masalah-masalah  adat terjadi  di  desa. Diantaranya   kasus-kasus  kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan yang selama  ini  dibawah ke hukum positif  maupun soal-soal  perdata  semisal pembagian warisan.

Pegiat  hukum adat Sikka,Victor Nekur, S.H, mengatakan  pembentukan  lembaga adat yang  selalu diprakarsainya sebagai koreksi  sosial   terhadap  kemunduran penaatan hukum positif.

“Kita  dorong sebisa mungkin supaya pembentukan hukum nasional  merujuk juga  kepada  hukum adat  yang  telah menyatu dengan masyarakat.  Mereka akan mudah memahaminya dan  mematuhinya,”  kata Victor.(*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang

Anjing Milik Korban Pembunuhan di Bekasi Tak Mau Makan dan Menangis, Pakar: Bisa jadi Saksi

Berita Populer