Kanal

Raih Medali Emas di Asian Games, Rindi Diangkat Jadi Karyawan PDAM

Menaker Hanif Dhakiri bersama atlet Asian Games 2018 yakni Rindi Sufrianto (panjat tebing), Aries Susanti Rahayu (panjat tebing), dan Aji Bangkit Pamungkas (pencak silat). Ketiga atlet yang menyumbangkan medali emas tersebut merupakan anak mantan pekerja migran. - KOMPAS.com/Dok. Humas Kemenaker

POS-KUPANG.COM | PROBOLINGGO - Atlet Kota Probolinggo yang meraih medali emas di Asian Games 2018, Rindi Sufriyanto langsung diberi pekerjaan oleh Wali Kota Probolinggo Rukmini sebagai karyawan PDAM.

Pekerjaan itu diberikan saat Rindi dipanggil ke rumah dinas oleh wali kota. Rukmini menyerahkan SK pengangkatan Rindi sebagai karyawan PDAM.

Dengan SK ini, Rindi sudah bisa bekerja di PDAM mulai September 2018. "Juga ada tawaran dari kementerian agar Rindi bisa menjadi CPNS. SK ini dibuat agar ada ikatan antara Rindi dengan Kota Probolinggo. Nanti terserah Rindi mau pilih yang mana. Saya berpesan, Rindi semangatnya jangan sampai luntur," kata Rukmini, Selasa (4/9/2018).

Baca: Mantan Bupati Jombang Divonis 3,5 Tahun, Jaksa KPK Ajukan Banding

Menurutnya, bonus itu memang pantas bagi atlet yang mengharumkan nama daerah. "Alhamdulillah perjuangannya tidak sia-sia. Pemkot Probolinggo tidak diam saja melihat prestasi Rindi. Sebelum bertanding, Rindi kita sambangi di Palembang. Dan, langsung dapat emas," ujar Rukmini.

Nantinya jika memang Rindi resmi menjadi pegawai tidak tetap (PTT), pihaknya akan mendorong ikut proses menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). "Nantinya kita kerja sama dengan Kemenpora, harapannya bisa lolos," ujarnya.

Pihaknya juga tengah berusaha untuk menyediakan papan panjat standar internasional yang saat ini masih dalam proses lelang.

"Untuk pembangunan papan panjat, saya minta kepala Disdikpora (Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga) untuk segera ditindaklanjuti," imbuh Rukmini.

Kepala Disdikpora Mochammad Maskur menyatakan, anggaran untuk pembangunan papan panjat sudah tersedia, namun hingga saat ini memang masih terkendala dengan pihak rekanan.

"Anggarannya sudah siap, kita tunggu proses lelang untuk menentukan rekanan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak kejaksaan agar tidak salah langkah. Jika proses tersebut rampung, pembangunan direncanakan membutuhkan waktu tiga bulan," tukasnya.

Rindi yang lahir 15 Mei 1991 di Jember ini mengucapkan terima kasih kepada wali kota dan segenap jajaran Pemkot Probolinggo.

Pria yang berdomisili di Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran, ini tak sungkan menceritakan kepada para petinggi Pemkot Probolinggo bagaimana sejarah perjalanan ia saat meniti karirnya di olahraga panjat tebing.

"Saya mulai menekuni panjat tebing sejak tahun 2007, bersama Mas Iwan yang melatih, hingga saya akhirnya bisa masuk di Puslatda hingga PON 2016. Saya akhirnya dipanggil di Pelatnas pada April 2017. Selama satu setengah tahun saya berlatih hingga akhirnya berhasil meraih medali emas di Asian Games 2018," kata Rindi.

Rindi bertanding di Jakabaring Sport City. Rindi bersama rekannya, Muhammad Hinayah, Abu Dzar Yulianto dan Veddriq Leonardo tergabung dalam Tim Indonesia 2. Tim ini mengalahkan Tim Indonesia 1 yang terdiri dari Aspar Sabri, Alfian Muhammad Fajri, dan Pangeran Septo Wibowo Siburian. Hasilnya ia mampu menyabet medali emas. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com

Dijual untuk 'Nikah Bayaran' ke Cina, 11 Wanita Indonesia Disiksa Bak Hewan, Hukum Hambat Kepulangan

Berita Populer