Kanal

Lomba Pengamat dan Juru Pengairan Tingkat Nasional, Dinas PUPR NTT Juara Lagi

Tim juri berfoto bersama Kasatker OP SDA dan Irigasi, Fernando Rajaguguk, Kabid OP SDA dan Irigasi Dinas PUPR NTT, Beni Nahak, serta pengelola di Bendungan Tilong, Kabupaten Kupang, Senin (3/9/2018). - ISTIMEWA

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kanis Jehola

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTT kembali mencatat prestasi gemilang. Dalam lomba juru pengairan dan pengamat pengairan tingkat nasional, NTT masing-masing mendapat juara 2 dan 3 wilayah Timur Indonesia.

Hasil itu diperoleh setelah melakukan presentasi di hadapan peserta lomba tingkat nasional di Hotel Kristal Kupang, 16 Juli 2018. Pada saat itu, pengamat pengairan dari Dinas PUPR NTT dipresentasikan oleh Mei Iletha Muskanan, ST.

Hasilnya, Dinas PUPR NTT mendapat juara 3 wilayah Timur Indonesia. Sedangkan juara 1 diraih peserta dari Sulawesi Tengah dan juara 2 dari Bali.

Tim juri saat memantau Irigasi Tilong di Kabupaten Kupang, Senin (3/9/2018). (ISTIMEWA)

Sementara untuk lomba juru pengairan, dipresentasikan oleh Meo Selan, ST, MT. Hasilnya, Provinsi NTT mendapat juara 2. Sedangkan juara 1 diraih Sulawesi Tengah, dan juara 3 Sulawesi Selatan.

Kabid OP Sumber Daya Air (SDA) dan Irigasi Dinas PUPR NTT, Beni Nahak, ST, MT, yang didampingi dua staf Bidang OP SDA dan Irigasi, Marthinus Tallo, SST dan Erol Manu, ST.M.Si, Selasa (4/9/2018), menjelaskan, nilai presentasi ini hanya 40 persen, sedangkan 60 persen hasil dari visitasi lapangan.

Baca: Andre W Koreh, ASN Berprestasi dan Inovatif

Tim visitasi lapangan sudah turun ke lokasi, Senin (3/9/2018), yang terbagi dalam 2 tim. Satu tim terdiri dari 3 orang, yakni DR. Ir. Syamsudin Mansoer, Dipl.HE, Rizal Siregar, M.Sc, Ir. Djito, SP 1, melakukan visitasi ke irigasi Bendungan Tilong di Kabupaten Kupang. Mereka didampingi seorang pendamping dari Kementerian PUPR.

Baca: Dinas PUPR NTT Juara Nasional Tiga Tahun Berturut-turut

Sedangkan satu tim lagi masing-masing Hastina Zulkarnaen, ME, Paino, ST, M.Si, dan H. Kasno, ST. M.Si melakukan visitasi lapangan ke DI Bena di Kabupaten TTS. Tim juri ini didamping seorang pendamping dari Kementerian PUPR.

Menurut Erol Manu, visitasi lapangan dimaksudkan untuk mencocokkan materi yang dipresentasikan dengan fakta di lapangan sesuai dengan komponen penilaian yang sudah disediakan, mulai dari aspek administrasi kantor sampai dengan kondisi fisik jaringan irigasi di lapangan, termasuk aspek kelembagaan.

"Tujuan lomba ini sebenarnya untuk memotivasi para petugas di lapangan, bertukar pengalaman dan informasi sehingga mereka bekerja lebih bagus," kata Erol Manu, diamini Beni Nahak dan Marthinus Tallo.

Selain memotivasi dan bertukar pengalaman, tambah Marthinus Tallo, tujuan lomba untuk mengetahui sejauhmana pemahaman pemerintah sehingga suatu saat petugas lapangan bisa mandiri. Artinya, ketika suatu saat pemerintah lepas, masyarakat sudah siap. "Apalagi sesuai target tahun 2022 OP sudah mandiri," kata Nus.

Karena itu, harap Nus, selain dengan melaksanakan lomba, diharapkan perlu ada pelatihan kepada petugas pengelola sehingga mereka bisa memiliki kualitas yang sama. (*)

Penulis: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang

Video detik-detik Vicky Prasetyo Gerebek Angel Lelga sedang Selingkuh di Kamar Pukul 2 Dinihari

Berita Populer