Kanal

Polisi Gadungan Ini Bernama Yohanes Bria Seran, Ditangkap Buser Polres Belu

Selasa, 4 September 2018 19:44 Buser Polres Belu Tangkap Polisi Gadungan Tim Buser Polres Belu saat membawa polisi gadungan ke Mapolres Belu, Provinsi NTT, Selasa (4/9/2018). - POS-KUPANG.COM/Teni Jenahas

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - Tim Buru Sergap (Buser) Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Belu berhasil meringkus polisi gadungan bernama Yohanes Bria Seran di Dusun Asulait Desa Sarabao, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi NTT, Selasa (4/9/2018) pukul 15. 30 Wita.

Yohanes Bria Seran ditangkap polisi karena mengaku sebagai polisi tamatan Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 2006 dan ia telah melakukan tindakan yang meresahkan masyarakat. Tindakan yang dilakukan Yohanes Bria Seran ini membuat masyarakat resah lalu masyarakat melapornya ke Polres Belu.

Baca: 14 Atlet Asian Games Asal Sumsel Dapat Bonus Uang hingga Rumah

Atas laporan itu, tim buser dibawah komando, Ipda Roy Sukmayani langsung turun ke lapangan untuk melakukan penyergapan. Tim Buser yang melakukan penyergapan yakni, Bripka Ferdi Saku, Brigpol Elyas Martins Dias, Brigpol Apolinarius Nuwe, Brigpol Antonius Nonis, Briptu Nando Bere Laka, Briptu Esa Telik, Briptu Awal Koli, Brigpol Charles Lapudoo.

Informasi yang diperoleh POS-KUPANG.COM di Mapolres Belu menyebutkan, tim buser melakukan penyergapan di Dusun Asulait, Selasa (4/9/2018) sekitar pukul 15. 30 Wita.

Saat ditangkap, Yohanes Bria Seran sempat melarikan diri lewat pintu belakang rumah sehingga terjadi aksi saling kejar-mengejar dengan tim buser.

Tim buser melepaskan tembakan peringatan saat menangkap Yohanes, namun, peringatan itu tidak dihiraukan Yohanes dan ia terus berlari hingga ke jurang yang terletak di belakang kawasan pemukiman warga.

Polisi berhasil menangkapnya lalu diamankan dan digiring ke Mapolres Belu. Ia diterima Kaur Bin Ops Satreskrim, Ipda Rey Artika dan Kanit Tipikor, Ipda Jordy Rahman.

Saat diinterogasi polisi, Yohanes Bria Seran mengaku, ia berasal dari Desa Raimataus, Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka. Saat ini, Yohanes berdomisili di sekitar ruas jalan kilometer 2 Kelurahan Lidak, Kecamatan Atambua Selatan.

Yohanes juga mengaku sudah menikah dan tinggal di Dusun Asulait Kecamatan Tasifeto Timur. Dia membantah semua tuduhan dari masyarakat terkait aktivitasnya yang suka memeras orang dengan mengatasnama sebagai anggota polisi.

Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan peristiwa penyergapan oknum polisi gadungan tersebut.

Menurut Kapolres Tobing, polisi menangkap yang bersangkutan setelah mendapat pengaduan masyarakat dan tindakannya sudah meresahkan masyarakat.

"Yah, saya perintahkan untuk tangkap. Supaya jangan resahkan masyarakat," tandas Kapolres Tobing.

Menurut Kapolres Tobing, polisi akan melakukan penyelidikan terhadap tindakan yang dilakukan Yohanes Bria Seran.

Sesuai pengaduan warga, Yohanes Bria Seran diduga memiliki dua buah senjata api laras pendek. Penyidik akan melakukan penelusuran soal keberadaan dua pucuk senjata tersebut. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang

5 ABG Digerebek Hendak Gelar Pesta Seks di Makassar, 3 Gadis Masih di Bawah Umur

Berita Populer