Kanal

Salomon Klau Minta Polisi Proses Hukum Kades Dubesi

Kapolsek Tasifeto Barat, Iptu I Wayan Budiasa. - POS KUPANG/TENY JENAHAS

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Teny Jenahas

POS- KUPANG.COM| BETUN--Salomon Klau, warga Desa Dubesi Kecamatan Nanaet Dubesi, Kabupaten Belu, Provinsi NTT melaporkan kepala Desa Dubesi, Andreas Atok lantarannya kepala desa memukulnya.

Ia meminta polisi agar kasus tersebut diproses secara hukum hingga tuntas dan ia menolak untuk menyelesaikan kasus itu secara damai.

Salomon mengatakan hal itu kepada wartawan di Atambua, Senin (3/9/2018).
Menurut Salomon, ia sudah melaporkan kasus tersebut ke Mapolsek Tasifeto Barat setelah kejadian pemukulan, Rabu (15/8/2018). Sampai saat ini, proses hukum kasus tersebut masih ditangani Polsek Tasifeto Barat.

Salomon mengisahkan, peristiwa pemukulan terhadap dirinya terjadi Rabu (15/8/2018) pukul 11.00 Wita.

Saat itu, Salomon masih memotong pohon cemara untuk dijadikan bahan bangunan rumah adat. Sementara memotong, Kades Dubesi, Andreas Atok meninju Salomon dengan kepalan tangan dari arah belakang. Pukulan Andreas mengenai rahang kanan pipihnya.

Ketika Salomon menoleh ke belakang, Kades Andreas melepas pukulan kedua dan mendarat di pipi kanannya. Salomon menderita memar hitam dan lebam di bagian rahangnya. Merasa tidak puas, Salomon bergegas menuju Markas Polsek Tasifeto Barat untuk melaporkan kejadian tersebut. Usai melapor, Salomon dibawa ke Rumah Sakit Marianum Halilulik untuk dilakukan visum et repertum.

Salomon mengaku, tidak pernah berbuat masalah dengan kepala Desa Dubesi. Ia juga belum tahu motifnya sehingga kepala desa memukulnya saat itu.

Kapolsek Tasifeto Barat, Ipda I Wayan Budiasa yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengatakan, polisi sudah menerima laporan dari Salomon. Polisi masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Jika cukup kuat bukti, proses hukum akan dilanjutkan.

Sementara Kades Dubesi, Andreas Atok yang dikonfirmasi wartawan via telpon selulernya membantah semua tuduhan dari Salomon Klau. Kades Andreas tidak berkomentar banyak ketika ditanya wartawan. Bahkan, Kades Andreas menghentikan komunikasi dengan wartawan dengan mematikan handphonenya. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Berita Populer