Kanal

Kasus Pemerkosaan Anak Disabilitas di Lembata! Berkas Perkara Miku Cs Rampung

TKP -- Rumah tak berpenghuni di tepi pantai Rayuan di Teluk Lewoleba ini, merupakan TKP kasus pemerkosaan YKL, anak di bawah umur yang juga penyandang disabilitas. - pos kupang.com, frans krowin

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Berkas perkara kasus pemerkosaan YKL, gadis dengan disabilitas oleh nama Mahmud alias Muki, di Lewoleba, Kabupaten Lembata, NTT, sudah rampung. Sedangkan berkas perkara untuk pelaku lainnya, yakni Boleng, sudah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Negeri Lembata.

"Dalam kasus itu, berkas perkara tersangka Boleng, sudah P21 (sudah lengkap) Sementara pelaku utama pemerkosaan yakni Mahmud alias Muki, berkas perkaranya juga sudah selesai. Mungkin besok atau lusa sudah dinyatakan lengkap oleh jaksa."

Hal tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polres Lembata, Iptu Yohanis Wila Mira, ketika dihubungi Pos Kupang melalui telepon selulernya dari Lewoleba ke Kupang, Senin (3/9/2018).

Baca: BREAKING NEWS : Melerai Perkelahian! Clever Pardi Bara Tewas Terkena Pisau

Kasat Yohanis dikonfirmasi soal perkembangan penanganan kasus tersebut olek penyidik Polres Lembata.

Sebelumnya, harian ini memberitakan, Mahmud alias Miku dan Boleng, ditetapkan sebagai tersangka pelaku pemerkosaan terhadap YKL gadis dibawah umur yang menyandang disabilitas. Penetapan status tersangka itu setelah Muki menjalani serangkaian pemeriksaan intensif di Mapolres Lembata.

Miku ditangkap polisi di Desa Sagu, Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur (Flotim) pada Jumat (6/7/2018) malam sekitar pukul 23.00 Wita, setelah ia melarikan diri seusai merenggut kesucian gadis disabilitas di pantai Rayuan, Teluk Lewoleba, Kamis (28/6/2018).

Dalam kasus tersebut, Miku tidak sendirian. Tersangka melampiaskan nafsu bejatnya bersama dua teman lainnya, yakni Boleng dan seorang pria lainnya, yang saat ini masih dalam pengejaran polisi. Selain Miku, Boleng juga telah ditahan dan dijadikan tersangka, karena yang bersangkutan turut serta dalam kasus pemerkosaan tersebut.

Kasat Yohanis mengatakan, Miku dan Boleng dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Penyidik menggunakan undang-undang ini karena korban tindak pidana pemerkosaan tersebut, adalah anak di bawah umur yang juga dengan kondisi bawaan kelainan fisik dan memiliki keterbelakangan mental. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang

Viral Wanita Terobos Rombongan Presiden Jokowi dan Acungkan Jari Tengah, Tabrak Polisi yang Mengawal

Berita Populer