Kanal

Ikut Pesparani di Ambon, Ini Yang Dilakukan Grup Pesparani Manggarai Barat

- ISTIMEWA

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Servan Mamilianus

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Grup Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), semakin intens melakukan latihan untuk mengikuti Pesparani Nasional Pertama di Ambon, tanggal 27 Oktober sampai 2 November 2018.

Sebagai juara saat perlombaan tingkat Provinsi NTT di Kupang Mei 2018 lalu, grup Pesparani Kabupaten Mabar sudah siap untuk mengikuti ajang tingkat nasional di Ambon tersebut. Grup ini akan tampil dalam kategori lagu gregorian.

Namun ajang nasional yang diikuti oleh sekitar 33 Pesparani dari seluruh Indonesia tersebut, bukan persoalan untuk mendapatkan juara, juga bukan soal menang atau kalah. Hal yang diutamakan adalah membawakan lagu-lagu dalam paduan suara itu sebaik mungkin, menampilkan secara maksimal. Menyanyi penuh sungguh untuk Tuhan adalah sebagai salah satu bentuk ibadah.

Baca: Bulan Agustus 2018 NTT Kembali Deflasi

"Menyanyi untuk Tuhan adalah sebagai salah satu bentuk ibadah. Menyanyi dengan baik adalah berdoa dua kali, artinya saat kita menyanyi dengan sepenuh hati untuk Tuhan, berarti kita sedang berdoa," kata dirigen sekaligus tim pelatih grup Pesparani Kabupaten Mabar, Kornelis Joni.

Dia ditemui di Labuan Bajo, Hari Jumat (31/8/2018) sore. Disampaikannya bahwa ketua tim pelatih group Pesparani tersebut adalah Pater Kletus Nenda, SVD.

"Tentu semua grup Pesparani yang ikut, ingin menjadi yang terbaik. Bagi kami, hal terpenting adalah kami berpartisipasi dan tampil sebaik mungkin secara maksimal. Sedangkan persoalan hasil lombanya siapa yang juara adalah hal kedua," tutur Kornelis.

Baca: Mau Makan Nasi Goreng Gratis di Waroenk? Ini Caranya

Harapan dari keikutsertaan tim paduan suara dari Mabar pada ajang tersebut kata dia, yakni agar tradisi lagu-lagu gregorian yang saat ini mulai hilang dan redup bisa muncul lagi.

"Yang penting tradisi musik liturgi berkaitan dengan lagu-lagu gregorian semakin dikembangkan dan dikenal. Masih banyak orang Katolik yang belum mengenal dengan baik musik-musik liturgi, khususnya berkaitan dengan lagu gregorian," tutur Kornelis.

Hal utama lainnya, kata dia, dengan berpartisipasi dalam Pesparani Nasional itu, mereka bisa saling belajar dari peserta lainnya, tentang musik-musik liturgi. Grup Pesparani Mabar, kata dia, juga mendapat pendampingan dari pelatih tingkat Provinsi NTT.

Baca: Thomas Ga Dilantik Jadi PLH Sekda Kota Kupang

Jumlah peserta dari Mabar dalam group tersebut sebanyak 28 orang, terdiri dari 14 perempuan dan 14 laki-laki. Selain itu ada satu pelatih dan satu orang dirigen, sehingga totalnya 30 orang. Namun masih ada juga official yang jumlahnya belum diketahui.

"Kegiatan ini seratus persen untuk pengembangan rohani. Ini baru pertama kali sehingga kami belum tahu keunggulan masing-masing group dari sejumlah group yang menjadi peserta," kata Kornelis.

Saat ini kata dia, grup Pesparani Mabar menjalani latihan dua kali dalam seminggu. Sedangkan mulai awal Oktober menjadi tiga kali setiap minggu. Latihan sudah mulai berlangsung sejak sebelum mengikuti perlombaan tingkat Provinsi NTT di Kupang beberapa waktu lalu.

"Teman-teman semuanya semakin semangat untuk mengikuti latihan. Setiap saat semakin terdorong untuk belajar tentang lagu-lagu gregorian," kata Kornelis. (*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Apolonia Matilde
Sumber: Pos Kupang Cetak

Kronologi Anggota The Jak Mania Tewas Dikeroyok Oknum Suporter Persib, sempat Minta Tolong

Berita Populer