Kanal

Bulog NTT Tanya Bawang Merah Lembata

Budidaya bawang merah - ISTIMEWA

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,  Frans Krowin

POS- KUPANG.COM|LEWOLEBA -- Bulog (Badan Urusan Logistik) Divre Nusa Tenggara Timur (NTT), menanyakan produksi bawang merah oleh para petani di Kabupaten Lembata. Bulog ingin membeli bawang merah tersebut untuk kebutuhan nasional.

Hal tersebut disampaikan Kepala Gudang Bulog Lembata, Yohanes Mujur, ketika dihubungi Pos Kupang.Com di Lewoleba, Minggu (2/8/2018). Hingga saat ini Lembata masih berada di bawah Bulog Flores Timur (Flotim).

Dikatakannya, baru-baru ini Kepala Bulog Divre NTT, Muhammad Efdar memerintahkannya untuk melakukan survei terhadap potensi bawang merah yang diproduksi oleh para petani di Kabupaten Lembata.

Atas perintah tersebut, katanya, ia langsung turun ke masyarakat. Ia memantau potensi bawang merah dari kebun ke kebun petani. Dirinya mendatangi juga beberapa areal lahan yang digarap oleh petani bawang merah yang berasal dari Bima, Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Selain itu, katanya, ia juga mendatangi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata. Mendatangi dinas teknis Itu untuk meminta data tentang proyeksi luas lahan panen bawang merah di daerah ini dalam tahun 2018.

Saat itu, katanya, instansi tersebut belum memberikan kepadanya data teknis tentang produksi bawang merah di Kabupaten Lembata. Meski demikian ia setidaknya telah mengetahui potensi bawang merah yang saat ini sedang dibudidayakan oleh petani di Lewoleba dan sekitarnya.

Yohanes menyebutkan hingga saat ini dirinya baru menemui sejumlah petani bawang di Lewoleba. Dari pantauannya itu ia mendapati gambaran kalau Lembata sangat potensial bagi pengembangan tanaman umur pendek tersebut. Apalagi petani asal Bima juga telah menuturkan banyak hal tentang itu.

Sampai sekarang, lanjut Yohanes, ia juga belum berkesempatan untuk turun ke desa-desa guna memantau langsung budidaya bawang merah di kebun-kebun masyarakat. Diperoleh kabar bahwa petani di sejumlah desa kini mulai menanam bawang merah di lahan pertanian miliknya.

Ia juga mendukung Pemerintah Kabupaten Lembata yang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menjadikan bawang merah sebagai salah satu komoditi andalan masyarakat. Ini hal yang bagus, karena secara ekonomis, bawang merah memiliki nilai jual yang cukup tinggi sementara usia produksi relatif pendek. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang

Jelang Pernikahan Mantan, Pria di Kalimantan Tengah Mengamuk Bunuh Bibi dan Ibu Kandungnya

Berita Populer