Kanal

Bulan Agustus 2018 NTT Kembali Deflasi

Kepala BPS Perwakilan Provinsi NTT, Maritje Pattiwaellapia, S.E (tengah) ketika memberikan keterangan pers kepada media di Lantai II Kantor BPS Provinsi NTT, Senin (3/9/2018). - POS KUPANG/Adiana Ahmad

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Adiana Ahmad

POS-KUPANG.COM|KUPANG--Provinsi NTT kembali mengalami deflasi. Kali ini deflasi Provinsi NTT sebesar 0,45 Persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 132,15.

Deflasi NTT bulan Agustus dipicu penurunan indeks harga pada empat kelompok pengeluaran yaitu kelompok makanan, perumahan, sandang, dan makanan jadi. Penurunan indeks terbesar terjadi pada kelompok makanan sebesar 2,56 persen, diikuti perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar turun 0,26 persen, sandang 0,15 persen dan makanan jadi, makanan, rokok dan tembakau turun 0,01 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks yakni transport, komunikasi dan jasa keuangan dengan indeks tertinggi sebesar 1,39 persen.

Demikian disampaikan Kepala BPS Provinsi NTT, Maritje Pattiwaellapia, S.E dalam jumpa pers di Lantai II Kantor BPS NTT, Senin (3/9/2018).

Kota Kupang dan Kota Maumere juga mengalami deflasi pada bulan Agustus 2018.

Kota Kupang mengalami deflasi 0,49 persen dan Kota Maumere 0,15 persen
Pada Agustus 2018, dari 82 kota sampel IHK nasional, 30 kota inflasi, dan 52 kota deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tarakan sebesar 0,62 persen dan terendah di Kota Medan dan Padang Sidempuan 0,01 persen. Deflasi terbesar terjadi di Kota Baubau 2,49 persen.

Maritje mengatakan, inflasi NTT tahun kelender 2018 sebesar 1,13 persen, inflasi tahun ke tahun ( Agustus 2018 terhadap Agustus 2017) 2,98 persen. Sementara di Kota Kupang inflasi tahun kelender 2018 sebesar 1,12 persen, inflasi tahun ke tahun 3, 15 persen. Kota Maumere inflasi tahun kelender 2018 sebesar 1, 14 persen dan inflasi tahun ke tahun 1,83 persen.

Maritje mengatakan, dari capaian tersebut menunjukan inflasi di NTT sangat terkendali.

"Selama dua bulan berturut-turut kita deflasi. Harap terus terjaga. Jangan sampai akhir tahun inflasi," kata Maritje. (*)

Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Berita Populer