Kanal

Pegawai dan Mahasiswa di Kupang Jadi Ojek Online

Komunitas Grabbike Kota Kupang menjadi peserta pawai dalam rangka memeriahkan HUT ke-73 Kemerdekaan RI tahun 2018. - ISTIMEWA

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Mayer Asmiljo menjadi tukang ojek online atau grabbike. Mahasiswa semester VII Sekolah Tinggi Kesehatan (Stikes) Nusantara Kupang ini beralasan tidak ingin membebani kedua orangtuanya dengan segala kebutuhan dan biaya kuliah. Dengan mengojek, Mayer bisa membiayai kuliah dan memenuhi kebutuhan hidup setiap hari.

"Saya ojek untuk membiayai kebutuhan saya sehari-hari dan juga untuk ongkos kuliah," ujar Mayer saat ditemui di kampus San Pedro Kupang, Kamis (29/8/2018).
Ia menuturkan, pendapatan sehari bisa lebih dari Rp 100 ribu. "Bahkan lebih. Belum lagi ditambah insentif dari perusahaan," ungkapnya.

Menurutnya, menjadi tukang ojek online itu menyenangkan karena tidak perlu mencari penumpang. "Kadang saya di kos saja, duduk belajar, kalau ada permintaan di aplikasi, untuk sementara saya tinggalkan belajar, pergi mengojek," tuturnya.

Baca: Warga Kupang Nyaman Pakai Ojek Online, Ini Alasannya

Mayer mengaku tidak mengalami kendala membagi waktu kuliah dan menjadi tukang ojek. "Intinya bisa mengatur waktu dengan baik. Kalau lagi kuliah, aplikasi Gojek saya matikan."

Dikatakannya, ojek online merupakan peluang bagi siapa saja untuk menambah penghasilan. Asalkan punya niat mau bekerja. Ojek online sangat bagus untuk para pemuda yang memiliki sepeda motor. "Daripada sekadar dipakai untuk jalan-jalan, lebih baik jalan-jalan yang menghasilkan uang," katanya.

Jefry, karyawan swasta, juga bergabung dengan grabbike. Ia mengatakan, dalam sepekan dia memanfaatkan waktu libur (off) untuk menjadi pengojek. Menurutnya, menjadi pengojek Grab tidak sulit, tinggal memenuhi semua persyaratan.

Selanjutnya, bermodalkan handphone android, Jefry menunggu calon penumpang. Dia sering mengojek teman-teman kantor yang tidak memiliki kendaraan sendiri.
Jefry mengungkapkan, banyak pegawai dan mahasiswa yang memanfaatkan waktu luang mencari tambahan uang dengan menjadi driver Grab. Menurutnya, yang penting melayani penumpang dengan baik.

Ruli Pulungtana (28), pegawai swasta, juga memilih menjadi driver grabbike di Kota Kupang. Ia mengungkapkan, kelebihan grabbike. Menurutnya, mereka tidak rebutan penumpang karena telah diatur oleh sistem. Selain itu, kemudahan akses bagi pengguna karena menggunakan aplikasi.

"Aplikasinya juga mudah dioperasikan. Kami juga tinggal jalan saja. Saat dibutuhkam akan ada pemberitahuan di sistem," katanya saat ditemui di area parkiran Universitas San Pedro Kota Kupang, Jumat (31/8/2018) malam.

Ruli mengatakan, driver grab mahir dan memiliki kelengkapan dokumen yakni SIM, KTP, SKCK, Kartu Keluarga yang telah dimasukkan sebagai persyaratan awal menjadi driver grab.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang

Dijual untuk 'Nikah Bayaran' ke Cina, 11 Wanita Indonesia Disiksa Bak Hewan, Hukum Hambat Kepulangan

Berita Populer