Kanal

Menjadi Pengojek Online Harus Penuhi Persyaratan Ini, Apa Saja? Simak Beritanya

Komunitas Grabbike Kota Kupang menjadi peserta pawai dalam rangka memeriahkan HUT ke-73 Kemerdekaan RI tahun 2018. - ISTIMEWA

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Menjadi pengojek Grab (grabbike) atau sopir mobil Grab (grabcar) harus memenuhi berbagai persyaratan. Apabila sudah resmi diterima, harus patuh terhadap kode etik Grab. Hal ini dikarenakan Grab mengutamakan pelayanan.

Koordinator Grab Wilayah Kupang, Jems Djelute menjelaskan, siapapun yang ingin menggunakan jasa ojek online cukup mengunduh aplikasi Gojek di Playstore.

"Melalui aplikasi tersebut, masyarakat akan diminta masuk ke aplikasi lewat akun Facebook atau nomor handphone (Hp)," jelas Jems saat ditemui di kediamannya di Kota Kupang, Kamis (30/8/2018).

Baca: Pegawai dan Mahasiswa di Kupang Jadi Ojek Online

Selanjutnya, Anda akan dikirimi pesan singkat (SMS) dari Grab. Terkait lokasi di mana seseorang berada, Google Map akan secara otomatis mendeteksi. "Jadi hanya perlu setting lokasi tujuan," ujarnya.

Menurut Jems, di Hp akan tampil juga nama driver (pengemudi atau pengendara), nomor kendaraan dan berapa tarifnya. Untuk membayar, dua pilihan, yakni melalui go pay atau tunai. Kalau Anda tak punya saldo go pay, pilih saja tunai artinya membayar tunai.

Jems mengatakan, aplikasi Gojek ini sesungguhnya menjembatani penumpang dengan driver. Penumpang tak perlu cemas dan takut karena driver ojek online diseleksi secara ketat kelayakannya.

"Kita tentu mengutamakan pelayanan kepada masyarakat supaya mereka nyaman. Oleh karena itu driver kami seleksi secara ketat, harus memenuhi standar pelayanan yang sudah ditentukan. Siapa saja bisa jadi driver ojek online, yang penting memenuhi syarat dan mematuhi kode etik," tandasnya.

Ia menjelaskan, beberapa persyaratan yang harus dipenuhi antara lain, KTP, SIM, SKSC dan STNK. Bagi pendaftar yang berusia 55 tahuan ke atas wajib menyertakan surat keterangan kesehatan sekurang-kurangnya dari Puskesmas.

Data diri pengemuda penting karena terkait dengan pendataan sebagai mitra, sekaligus memberi jaminan kepada masyarakat bahwa driver ojek online terpercaya. Jems menambahkan, setelah mendaftar, peserta akan diberikan pelatihan menggunakan aplikasi ojek online. Mereka akan dibekali dengan jaket dan helm khas ojek online. Pada bagian belakang jaket ada tulisan Grab.

Menurut Jems, menjadi driver bukan asal-asalan karena menyangkut keamanan dan kenyamanan konsumen. Dengan demikian, sepeda motor driver harus keluaran minimal tahun 2008. Terkait pelayanan, Jems menegaskan, seorang driver harus mematuhi kode etik standar pelayanan Grab.

"Pada intinya seorang driver harus berlaku sopan terhadap konsumen, jangan memungut biaya lebih dari ketentuan dan jangan melecehkan konsumen. Harus ramah, mampu membangun komunikasi yang baik dan sopan dengan konsumen. Jika driver melanggar kode etik standar pelayanan Grab, yang bersangkutan akan terkena sanksi," tegasnya. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang

Gadis di Sumbar Diperkosa Teman Pacar saat Kelelahan Mendaki Gunung hingga Akhirnya Tewas

Berita Populer