Kanal

Kelompok Tani Ikhlas Senang Dapat Bantuan dan Pendampingan dari Dosen Politani Negeri Kupang

Para dosen Poligami Negeri Kupang sedang melakukan sosialisasi pengembangan budidaya apel di lahan perkebunan apel milik kelompok tani ikhlas, Desa Tubuhue. - POS-KUPANG.COM/Dion Kota

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota

POS-KUPANG.COM | SOE - Lukius Nubatonis, Ketua Kelompok Tani Ikhlas, Desa Tubuhue, Kecamatan Amanuban Barat, mengaku senang bisa mendapatkan bantuan dan pendampingan dari para dosen Politeknik Pertanian (Politani) Negeri Kupang dalam mengembangkan budidaya apel dan tanaman sayur organik.

Ia mengaku, bantuan dan pendampingan yang diberikan Ir. Eko H. A. Juwaningsih, M.Si, Ir. Ali Hasan, M.Si dan Nova Deviyanti Lussy, SP., M.Sc dosen dari Politani sangat membantu kelompok tani ikhlas dalam mengembangkan potensi tanaman apel dan sayuran organik.

"Saya sangat senang dan ucapkan terima kasih kepada para dosen Politani yang sudah membantu membangun fasilitas pengairan sehingga saat ini air sudah bisa masuk sampai ke kebun kami. Bantuan bak penampungan dan jaringan perpipaan dari dosen Politani membuat kami saat ini hanya menggunakan selang untuk menyiram tanaman tak perlu lagi mengangkat air menggunakan ember," ungkap Lukius yang ditemui POS-KUPANG.COM, Sabtu (1/31/2018) sore di sela-sela kegiatan sosialisasi perawatan dan pengembangan tanaman apel di Desa Tubuhue.

Baca: Selalu Juara Berbagai Lomba, Ternyata Ini Kunci Kesuksesan Kadis PUPR NTT Andre Koreh

Selain membangun fasilitas pengairan, lewat program kemitraan masyarakat (PKM) para petani didampingi dan diberikan penguatan pengetahuan terkait budidaya tanaman apel dan sayuran organik.

Para petani diajarkan teknik pembuatan pupuk organik, pestisida nabati, cara pengembangan tanaman apel, teknik pemupukan yang benar dan cara mengelola hama dan penyakit secara terpadu. Selain itu, para petani juga diberikan bantuan benih sayuran.

"Sekarang kami sudah tahu bagaimana cara supaya buah apel lebih besar, cara agar cabang tanaman apel lebih banyak, cara okulasi, teknik pemupukan yang benar dan cara membuat pupuk dari limbah kotoran ternak dan dedaunan. Kami sangat terbantu dengan pendampingan dari Politani Negeri Kupang dalam mengembangkan tanaman apel dan sayuran organik," ujarnya.

Pantauan POS-KUPANG.COM, di atas lahan seluas 20 Ha milik kelompok tani ikhlas ditanami aneka tanaman, mulai dari apel, mangga, sayuran hingga padi.

Saat ini, kelompok tani ikhlas memiliki sekitar 70 pohon apel yang siap berbuah. Beberapa pohon apel di antaranya saat ini sudah berbuah.

Para anggota kelompok tani ikhlas saat ini sudah mulai memanfaatkan limbah kotoran hewan dan dedaunan kering untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organik. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang

Beredar Foto-foto Awal Penemuan Jasad Korban Pembunuhan Sekeluarga di Bekasi, 2 Anak di Kamar

Berita Populer