Kanal

Sisilia Sona Berharap Kokpit Dapat Bersinergi dengan Pemerintah

Sisilia Sona - IST

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kepala Kesbangpol Provinsi NTT, Sisilia Sona, mengatakan, pertemuan dilakukan untuk menggiatkan kembali roda organisasi Kokpit supaya warga eks Tim-Tim layak bersama warga laimnya untuk mendapat perhatian yang serius dari pmerintah.

Dalam forum musyawara, kata Sisilia, harus dapat melakukan evaluasi dan pemilihan kepengurusan dan pelantikan pengurus. Menurutnya, dalam forum musyawara wilayah bisa saja ada perbedaan pendapat.

" Karena kita berbicara soal evaluasi maka saya kira wajar nanti ada perbedaan pendapat. Oleh karena itu semoga dapat melaksanakan musyawara wilayah dan musyawara daerah dengan baik," kata dalam acara pembukaan musyawara di Ballroom Komodo, Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI yang beralamat Jalan Polisi Militer, Kota Kupang pada, Sabtu (1/9/2018).

Baca: Pemilih dalam Pemilu 2019 Terbanyak di TTS

Sisilia menjelaskan, perbedaan dalam sebuah organisasi itu lumrah terjadi. Apalagi keanggotaanya berada dari daerah yang berbeda sehingga lumrah. Oleh karena itu perbedaan hendaknya dapat dijadikan keyayaan untuk dapat disatukan mewujudkan kebaikan bersama.

Sisilia mengatakan, organisasi masyarakat eks Tim-tim yang terdaftar di pemerintah Provinsi NTT ada dua yakni Untas dan kokpit. Sisilia berharap, dua wadah tersebut dapat bersinergi dan bekerja sama untuk memperjuangkan kepentingan bersama para anggotannya.

" Kita berharap kehadiran dua organisasi ini bisa bersinergi dengan pemerintah dalam melaksanakan semua program yang telah dirancang untuk mewujudkan kebaikan bersama warga eks Tim-Tim di NTT," ungkapnya.

Sisilia mengungkapkan, pihaknya sering didatangi para tamu dari pemerintah pusat untuk memastikan warga eks Tim-Tim yang ada di NTT. Menurutnya, data mengenai keberadaan warga eks Tim-Tim yang berbeda-beda. Padahal pemerintah pusat menginginkan hanya ada satu data by name by addres.

" Kalau kita telusuri secara bemar maka kita akan mendapatkan hanya satu data yang benar. Tugas kita saat ini adalah memastikan kakuratan data. Kami minta supaya dapat memastikan data, supaya nanti ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan maka hanya ada satu data yang bisa kita pakai," ungkap Sisilia.

Sisilia berharap, dalam waktu yang tidak terlalu lama antara pemerintah, Untas dan Kokpit dapat secepatnya mengurusi data sehingga bantuan yang diberikan oleh pemerintah pusat dapat segera tersalurkan dengan tepat pada sasarannya.

" Saya juga berharap dengan gubernur yang baru, kita tetap melakukan komunikasi karena Kokpit dan Untas sebagai mitra pemerintah sehingga semua program dapat tersalurkan dan dapat dikomunikasikan dengan baik karena kita semua adalah warga indonesia yang tinggal di NTT," jelasnya. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang

Anjing Milik Korban Pembunuhan di Bekasi Tak Mau Makan dan Menangis, Pakar: Bisa jadi Saksi

Berita Populer