Kanal

Selalu Juara Berbagai Lomba, Ternyata Ini Kunci Kesuksesan Kadis PUPR NTT Andre Koreh

Kepala Dinas PUPR NTT, Ir. Andre W Koreh, MT saat menerima tropi juara umum pertama Pameran Pembangunan HUT ke-73 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi NTT tahun 2018 yang ditutup, Jumat (24/8/2018). - ISTIMEWA

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kanis Jehola

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Dalam berbagai lomba berskala regional dan nasional belakangan ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTT selalu mendapat juara.

Dalam lomba daerah irigasi (DI) teladan dan P3A tingkat nasional, Dinas PUPR NTT sudah tiga tahun berturut-turut sejak tahun 2016 menjadi juara.

Begitu juga dalam Pameran Pembangunan HUT ke-73 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi NTT tahun 2018, Dinas PUPR NTT mendapat juara umum, setelah beberapa tahun sebelumnya selalu mendapat juara 2.

Baca: Ditunjuk Jadi Koordinator Penggalangan Dana Gempa Lombok, Begini Tanggapan Andre Koreh

Bahkan tahun 2018 ini berhasil mendulang juara empat nomor lomba, selain juara 1 umum pameran pembangunan.

Lalu apa kunci kesuksesan sehingga lembaga yang dipimpin Ir. Andre W Koreh, MT ini selalu mendulang juara?

"Kunci kesuksesan kami selama ini adalah totalitas. Sekecil apapun tanggung jawab, kita harus berikan secara total. Kalau yang diberikan itu kemudian mendapat juara, itu hanya konsekwensi, bukan tujuan kami. Sebab prinsip kami, kalau kita lakukan dengan tulus dan total pasti ada hasilnya," kata Andre kepada POS- KUPANG.COM, Jumat (31/8/2018).

Baca: UGM Kerja Sama Pemprov NTT Kembangkan Budidaya Padi dengan Metode SRI

Totalitas dan ketulusan itulah yang selalu diajarkan Andre kepada para stafnya. Bahwa tugas atau tanggung jawab apa saja yang diberikan oleh pimpinan harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, dengan penuh ketulusan hati dan total.

Dalam memimpin para stafnya, ia selalu menerapkan manajemen partisipatif. Semua staf diberikan tanggung jawab. Tugasnya sebagai pimpinan ialah memperhatikan sampai detail apa yang dilakukan para stafnya sehingga kesalahan yang elementer tidak terjadi.

Baca: ASN Berprestasi dan Inovatif

"Kalau staf melakukan kesalahan, saya tidak pernah marah, apalagi sampai mempermalukannya di depan umum, karena dia juga punya harga diri. Saya hanya menegur, kemudian sama-sama mencari penyebab kesalahan dan bersama-sama memperbaiknya," katanya.

Menurut Andre, kerja sama tim (pimpinan dengan staf) merupakan faktor yang sangat menentukan. Dalam menjalankan tugas, ia tidak otoriter tapi berusaha menciptakan suasana yang membuat para stafnya bertanggungjawab.

"Jadi saya terapkan manajemen partisipatif. Saya tidak menciptakan ketaatan semu karena staf merasa tertekan dan ketakutan. Keputusan selalu dilakukan bersama-sama, dan kalau sudah menjadi keputusan bersama, mereka (para staf) akan mendukung, tumbuh rasa memiliki dan merasa bertanggungjawab," katanya.

Menurutnya, keberhasilan yang diraih lembaga yang dipimpinnya bukan keberhasillan dirinya semata tapi keberhasilan bersama pimpinan dengan para stafnya. Sebaliknya, kalau terjadi kegagalan maka itu adalah kegagalan pimpinannya. (*)

Penulis: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang

Warga Gerebek Guru Honorer Asal Madura yang Cabuli Siswi SMP di Dalam Mobil, Awal Kenalan di Medsos

Berita Populer