Kanal

Cuma Dihubungi Saat Dibutuhkan, Kok Gue Serasa Jadi Pemadam Kebakaran, Ya!

- Wili K Suni

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Riko Wawo

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Hallo Teeners, jumpa lagi ya, semoga Teeners dalam keadaan sehat dan semangat selalu. Wahh, makin hari tema Teenagernya makin seru nie. Wkwkkw, ini kayak perebutan medali Asian Games 2018, seru dan kompetitif. Ups, just a joke!

Nah, kali ini penulis tawarkan satu-satu tema menarik nie, untuk dibahas dan direnungkan sejenak. Wahhh kayak baca doa yaaa....wkwkwk.

Tema kita hari ini cukup menohok ya, 'Cuma Dihubungi Saat Dibutuhkan, Serasa Jadi Pemadam Kebakaran.'

Baca: Digugat Warga Dolly Rp 270 Miliar, Ini Respons Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini

Wahhhh, pemadam kebakaran. Tapi benar kan Teeners, pemadam kebakaran itu kan dihubungi kalau lagi emergency, kan?

Bisa jadi Teeners juga mengalamai hal yang sama. Sedang naksir sama si dia, sedang dekat-dekatnya sama si dia dan sedang tergila-gilanya sama si dia, eh ternyata dia hubungi Teeners hanya saat dibutuhkan untuk keperluan tertentu.

Jahat juga yaaa, itu namanya, cuek keterlaluan. Ternyata ada juga loh, yang punya pendapat seru.

Kayak teman kita yang satu ini. Namanya Opy Ladapase, mahasiswi Jurusan Farmasi Poltekes, Kementerian Kesehatan Kupang.

Baca: Sebelum Dibawa ke Lapas, Terpidana Diana Aman Periksa Kesehatan di RSUD SK Lerik

Menurut Opy, orang yang ditaksir itu cuma memanfaatkan orang yang menaksirnya.

"Itupun kalau dia tahu, sedang ditaksir. Tapi, kalau dia tidak tahu ada yang suka sama dia, mungkin itu pembawaannya dia saat chat sama orang," jelasnya.
Opy berpendapat dalam kasus tertentu seseorang bisa tahu dirinya sedang didekati oleh orang yang dimintai bantuannya. Itu berarti, dia hanya memanfaatkan perasaan orang demi kepentingan sendiri.

"Apalgi kalau su minta tolong terus waktu jawab orang pu chat cuek. Itu berarti sudah memanfaatkan dan tidak tahu berterima kasih," ujar dara asal Kota Maumere ini.
Ia juga sepakat kalau relasinya seperti itu tidak ada bedanya dengan pemadam kebakaran. Hanya dibutuhkan kalau ada kejadian emergency. Kalau tidak, ya dia dicuekin. Ini yang harus dihindari, ya.

Baca: Sebar Ujaran Kebencian terhadap Agama, Oknum Polisi Ini Ditangkap

Teeners kita, Elsha Lay Lado. Menurut mahasiswi Poltekes Kemenkes Kupang ini, awalnya pasti galau sih, tapi dia tidak bisa bertahan dalam ketidakjelasan.

"Jadi saya pastikan saya akan memberitahu dia tentang saya punya perasaan bukan untuk dibalas tapi supaya dia tahu saja," kenangnya.

"Setelah itu saya akan lebih cuek dari dia. Bahkan, kalau dia datang saya akan bertindak seperti tidak pernah punya perasaan apa-apa," katanya.
Wahhhh yang ini superr dupeerr baperr. Wkwkk. Oww ya, itu pendapat mereka. Kalau menurut Teeners? (*)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Apolonia Matilde
Sumber: Pos Kupang Cetak

Anjing Milik Korban Pembunuhan di Bekasi Tak Mau Makan dan Menangis, Pakar: Bisa jadi Saksi

Berita Populer