Kanal

Asian Games yang Sehat dan Menyatukan

Pemain bulu tangkis ganda putra, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukomuljo meraih medali emas Bulu Tangkis Asian Games 2018, usai mengalahkan Fajar/Riyan di final, Selasa (28/8/2018). - Instagram/zhu_chan

Alangkah indahnya hidup bersaudara secara damai dalam keanekaragaman. Perbedaan tetap disyukuri sebagai kekuatan untuk memperkaya dan belajar menjadi putera-puteri Indonesia yang dikagumi dan dihormati karena memiliki sikap-sikap ksatria dan sejuk dalam mempererat persatuan dan perdamaian dunia.

Pelukan Presiden Jokowi dan Prabowo di hadapan khlayak dan tamu-tamu negara lain menjadi contoh yang baik dan terpuji. Betapa tidak para undangan dari negara yang hadir tentu mengikuti dari media massa dan media sosial perkembangan politik di Indonesia belakangan ini.

Karena itu secara diplomatis dan demokratis, sesungguhnya Jokowi dan Prabowo telah menunjukkan sikap arif dan bijaksana yang mengagumkan sebab saling menghargai meski berbeda pilihan adalah hal esensial yang mesti dihormati dan dipertontonkan sebagai sebuah peradaban.

Sampai di sini saya ingat akan apa yang dikatakan Jokowi pada tanggal 30 Desember 2015. Ketika dalam kunjungan kerja ke Merauke, Presiden Jokowi menulis, Impian Indonesia 2015-2085. Ada tujuh impian yang ditulis tangan Presiden Jokowi. Pada poin kedua dari impian itu berbunyi "Masyarakat Indonesia yang menjujung tinggi pluralisme, berbudaya, religius dan menjunjung tinggi nilai-nilai etika."

Apa yang diimpikan Jokowi, juga dihidupi Jokowi dan Prabowo dalam pelukan istimewa pesta Asian Games. Apa yang terjadi adalah bagian dari kesaksian tentang keluhuran budaya dan religiusitas Indonesia kepada dunia. Pluralisme, kebudayaan, religiusitas dan nilai-nilai etika tetap dijunjung tinggi dan menjadi kekayaan yang dibanggakan oleh segenap elemen masyarakat Indonesia.

Keterlibatan berbagai elemen di Indonesia dalam menyukseskan pesta olahraga bergengsi Asian Games di Jakarta dan Palembang menjadi sebuah kesaksian bagi bangsa-bangsa Asia dan dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar dan memiliki harga diri serta potensi istimewa yang darinya bangsa-bangsa dapat belajar.

Indonesia terus berbenah dan menegaskan diri sebagai bangsa yang memiliki warna pluralitas dan budaya yang kualitas di antara bangsa-bangsa sekawasan.

Pesta olahraga bergengisi di kawasan Asia yang kita sebut Asian Games telah memberikan kontribusi yang besar dalam upaya menciptakan perdamaian dunia dan harmonitas di kawasan ini. Perayaan olahraga menjadi bagian utuh dari perayaan kebudayaan yang setidak-tidaknya memenuhi unsur, gagasan, aktivitas dan hasil karya baik sebagai perorangan maupun sebagai tim.

J.J. Honinggman dalam bukunya The World of Man (1959) menulis bahwa kebudayaan selalu memiliki tiga wujud yakni (1) ideas, (2) activities dan (3) artifact. Atau seperti Koentjaraningrat. Kebudayaan dapat dikelompokkan dalam tiga kategori yakni (1) kebudayaan sebagai suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma dan peraturan.(2) kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan dari manusia dalam masyarakat.(3) Kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia. ( Elly M. Setiadi dkk, 2006. h.27-30).

Aktivitas dan berbagai kegiatan dalam Asian Games juga mencirikan tindakan tindakan berbudaya yang dihasilkan melalui pemahaman tetang nilai, gagasan, bagaimana berlomba dan bertanding yang benar dengan menggunakan hasil karya manusia yang baik.

Halaman
123
Editor: Putra
Sumber: Pos Kupang Cetak

Fenomena Air Terjun Sedudo Nganjuk Berubah jadi Hitam Pekat, Pengunjung Dilarang Mandi

Berita Populer