Kanal

Harga Mente di Repi Turun Menjadi Rp 19.000 dari Harga Tp 22.000 ! Ini Pemicunya

Salah satu pemandangan di Desa Repi, Manggarai Barat. - pos kupang.com, servan mammilianus

Laporan Reporter POS--KUPANG.COM Servatinus Mammilianus

 POS--KUPANG.COM, LABUAN BAJO-Harga jambu mente di Desa Repi, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) saat ini menurun.

Pada musim panen tahun 2017 lalu, harga jambu mente per kilogram Rp 22.000, sedangkan pada musim panen tahun 2018 yang kini sedang berlangsung, harga setiap kilogramnya Rp 19.000.

Baca: Setubuhi Anak Tirinya, Petani Ini Dibekuk Polisi

Kepala Desa Repi Kosmas Rahmat, mengatakan itu kepada POS--KUPANG.COM, Jumat (31/8/2018).

“Pada musim panen tahun 2017 lalu, harga per kilogramnya Rp 22 ribu tetapi saat ini turun menjadi Rp 19 ribu. Kami berharap agar pemerintah di tingkatan yang lebih tinggi harus memperhatikan harga komoditi, khususnya jambu mente agar harga bisa naik seperti tahun sebelumnya,” kata Kosmas.

Pada beberapa tahun terakhir kata dia, harga jambu mente kurang stabil. Sebelum tahun 2017 kata Kosmas, harga jambu mente juga tidak mencapai Rp 22 ribu.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, warga di Desa Repi, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), saat ini mulai panen Jambu Mente yang merupakan salah satu komoditas paling menonjol di desa tersebut.

“Sekarang warga kami sedang sibuk panen jambu mente, kegiatan panen dimulai sejak awal Bulan Agustus ini. Diperkirakan panen baru akan selesai pada Bulan Oktober 2018 mendatang,” kata Kosmas.

Disampaikannya bahwa hasil mente setiap Kepala Keluarga (KK) di desanya itu bervariasi tergantung luas lahannya masing-masing. Namun secara umum, hasil panen mente setiap KK berkisar antara 100 sampai 500 kilogram per musim.

“Tempat yang paling banyak produksi jambu mente di desa kami yaitu di Lengkong Lala, per musimnya bisa 40 ton karena ditanam dalam satu hamparan,” kata Kosmas.

Sedangkan di beberapa kampung lainnya di desa itu kata dia, jambu mente ditanam di beberapa bidang tanah milik petani secara terpisah-pisah.(*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang

Video detik-detik Vicky Prasetyo Gerebek Angel Lelga sedang Selingkuh di Kamar Pukul 2 Dinihari

Berita Populer