Kanal

UGM Kerja Sama Pemprov NTT Kembangkan Budidaya Padi dengan Metode SRI

Rapat pembukaan atau kick off meeting kegiatan pengembangan budidaya SRI di Kabupaten Sumba Timur di Bappeda Provinsi NTT, Senin (27/8/2018). - ISTIMEWA

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kanis Jehola

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gajah Mada (UGM) bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) mengembangkan budidaya padi dengan metode tanam system of rice intensification (SRI) di Kambaniru, Kabupaten Sumba Timur.

Pengembangan budidaya padi dengan metode SRI ini, selain dari Pemprov NTT, juga didukung dan dibiayai Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF), satuan kerja di bawah Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Penanggungjawab program dari UGM Yogyakarta, Bayu Dwi Apri Nugroho, PhD, dalam rilis yang diterima POS-KUPANG.COM, Kamis (30/8/2018), menjelaskan, kegiatan di Kambaniru ini merupakan kegiatan lanjutan.

Baca: ASN Berprestasi dan Inovatif

Kegiatan yang sama juga sudah dilakukan sejak April 2016-Maret 2018, dengan melakukan ujicoba di Desa Tarus, Kabupaten Kupang. Hasil yang diperoleh dari kegiatan di Tarus, terjadi peningkatan produktivitas padi yang semula dari 5,5 ton/ha menjadi 12 ton/ha. Peningkatan produktivitas padi ini menjadi perhatian utama dalam pengembangan budidaya SRI ini.

Selain peningkatan produktivitas padi, juga adanya teknologi sistem monitoring lahan dan air untuk memantau kondisi lahan dan air secara realtime. Penggunaan teknologi ini merupakan hal baru dalam pengembangan budidaya padi ini.

"Hal penting lainnya, dari sistem monitoring ini, kita bisa mengukur emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dalam satu lahan pertanian," katanya.

"Hal-hal penting tersebut mendasari pengembangan budidaya padi dengan metode tanam SRI ini di seluruh kabupaten di Provinsi NTT," jelas Kabid Ekonomi Bappeda Provinsi NTT, Dr. Sonny Libbing, saat pembukaan atau kick off meeting kegiatan pengembangan budidaya SRI di Kabupaten Sumba Timur di Bappeda Provinsi NTT, Senin (27/8/2018).

Kegiatan tersebut dihadiri SKPD di bawah Bappeda Provinsi NTT, yaitu Dinas PUPR, Dinas Pertanian dan Dinas Tanaman Pangan serta dari pihak UGM, yaitu Bayu Dwi Apri Nugroho, PhD (sebagai penanggungjawab program) dan Ir. Sudaryanto mewakili ICCTF Bappenas.

Dr. Sonny menambahkan, selain karena faktor-faktor kenaikan produktivitas, juga adanya muatan teknologi dan ramah lingkungan. Hal ini selaras dengan program gubernur terpilih untuk mengembangkan pertanian di lahan kering di NTT. (*)

Penulis: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang

5 ABG Digerebek Hendak Gelar Pesta Seks di Makassar, 3 Gadis Masih di Bawah Umur

Berita Populer