Kanal

Budidaya Padi dengan Metode SRI Mendapat Perhatian Pemerintah, Bayu Ungkap Alasannya

Cek lokasi untuk penerapan teknologi monitoring lahan dan air di DI Kambaniru, Sumba Timur, dengan tim Dinas PUPR Provinsi NTT, awal Agustus 2018. - ISTIMEWA

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kanis Jehola

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Bayu Dwi Apri Nugroho, PhD dari UGM sebagai penanggungjawab program mengatakan, kegiatan yang dilakukan di periode sebelumnya di Tarus, Kabupaten Kupang, mendapatkan perhatian yang luar biasa dari pemerintah. Bahkan beberapa daerah di Indonesia akan mereplikasi kegiatan ini.

Hal yang menarik disini, jelas Bayu, adalah penggabungan sistem budidaya pertanian dan teknologi. Hal ini sesuai dengan arah perkembangan dunia yang menuju era revolusi industri 4.0 dan serba digital.

Baca: UGM Kerja Sama Pemprov NTT Kembangkan Budidaya Padi dengan Metode SRI

Kegiatan di Kambaniru, jelas Bayu, berbeda dengan kegiatan di Tarus. Dalam kegiatan ini ada keterlibatan aktif dari Dinas PUPR. Alat monitoring debit air realtime (HaikLontar) akan dipasang di saluran irigasi ini.

Baca: Dinas PUPR NTT Juara Nasional Tiga Tahun Berturut-turut

"Jadi kegiatan di Sumba Timur ini tidak hanya jadi satu kegiatan SKPD saja tetapi juga kegiatan bersama antar SKPD di bawah Bappeda Provinsi NTT," kata Bayu daalm rilis yang diterima POS-KUPANG.COM, Kamis (30/8/2018).

Sementara Ir. Sudaryanto dari ICCTF menambahkan, SRI menarik karena selain adanya peningkatan produktivitas yang berdampak pada peningkatan perekonomian petani, juga ramah lingkungan. Sebab,SRI berhasil menurunkan emisi gas methane sampei 30% daripada sistem pertanian konvensional.

Baca: ASN Berprestasi dan Inovatif

Selain itu juga terjadi penghematan penggunaan air sampai 25%. Hal ini tentu akan cocok dengan daerah-daerah yang sumber airnya terbatas seperti di NTT. Apalagi dengan adanya perubahan iklim yang menyebabkan susahnya prediksi musim hujan. (*)

Penulis: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang

VIDEO John Kei, Sosok Pembunuh Sadis Penghuni Sel Khusus Nusakambangan yang Kini Bertobat

Berita Populer