Kanal

Realisasi Rastra di Matim Baru 64 Desa

Kepala Bulog Ruteng, Zuhri Hanafi - POS-KUPANG.COM/ARIS NINU

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG-COM-BORONG-Realisasi pembagian beras sejahtera (Rastra) di Kabupaten Manggarai Timur (Matim) baru 64 desa dari 176 desa/kelurahan.
Belum tersalurnya rastra bagi warga kurang mampu di Matim membuat pihak Dolog Ruteng mengalami kesulitan dan kendala guna menampung stok beras.

Baca: KPK Tetapkan Hakim Ad Hoc Pengadilan Tipikor Medan sebagai Tersangka

Pasalnya, rastra bagi warga Matim masih menumpuk di Gudang Dolog Ruteng. Di mana akan berdampak kualitas beras akan mengalami pengusutan dan tidak layak konsumsi.

“Sampai sekarang realisasi rastra di Matim sungguh membuat kami kewalahan. Dari 176 desa/kelurahan baru 64 desa yang mengambil rastra. Namun 64 desa itu baru mengambil rastra sampai Juni 2018 saja. Sedangkan desa lain belum sama sekali dari Januari sampai Agustus belum mengambil rastranya,” kata Kepala Sub Divisi Regional Bulog Ruteng, Zuhri Hanafi kepada POS-KUPANG.COM di ruang kerjanya, Rabu (29/2018) siang.

Ia menjelaskan, pihaknya sudah mendesak Dinas Sosial Matim guna segera merealisasikan pendropingan rastra. Namun jawabannya sedang melakukan validasi data.

“Yang kami kuatirkan beras susut dan tidak layak konsumsi. Kami juga mau masukkan beras dari Surabaya tidak bias karena gudangnya penuh. Kami kuatir beras saat dibagikan Desember pasti banyak complain dari warga penerima rastra,” ujar Hanafi.

Ia mengungkapkan, pihaknya sudah menyiapkan rastra bagi warga Matim di gudang. Yang mana pihak dolog tinggal mendrop sesuai permintaan warga yang diusulkan ke dolog.

“Data warga penerima rastra sudah ada di Kementrian Sosial RI. Kami mendrop sesuai data yang masuk ke kami. Maka itu, kami berharap ada langkah mempercepat pembagian rastra bagi warga. Kalau dulu masyarakat masih mengumpulkan uang ke kades. Sekarang ini pemerintah sudah membayar lalu tinggal usulan masuk kami langsung antar ke desa,” papar Hanafi.

Hanafi mengemukakan, langkah percepatan pembagian rastra ini penting sehingga pihaknya tidak mendapat teguran dari pimpinan Bulog di Kupang dan Jakarta.
“Kami setiap hari di telepon dan ditanya kenapa realisasi rastra di Matim masih kurang. Kami sudah jawab tapi perlu dukungan dari pemerintah,” tutur Hanafi.(ris)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang

Viral Reaksi Ketum PSSI Edy Rahmayadi Menutup Wawancara Sepihak, soal Insiden Tewasnya The Jak Mania

Berita Populer