Kanal

Polres TTS Limpahkan Bekas Kasus Pencabulan Dengan Tersangka Oknum Guru Olahraga

Ilustrasi korban percabulan - KOMPAS.com/ISTOCK

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Dion Kota

POS-KUPANG.COM|SOE -– Penyidik Polres TTS melimpahkan berkas tahap I kasus dugaan pencabulan oleh oknum guru olahraga SD GMIT Tepas, Kecamatan Batu Putih, LT kepada jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri TTS.

LT diduga telah melakukan pencabulan kepada empat siswinya di dalam ruang kelas saat jam istrahat sekolah.

Kapolres TTS, AKBP Totok Mulyanto, DS, SIK yang dikonfirmasi pos kupang melalui Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari, SH. MH, Senin (27/8/2018) di ruang kerjanya mengatakan, dari hasil pemeriksaan, tersangka tetap berkeras tidak melakukan tindakan pencabulan terhadap ke empat siswinya. Dirinya bahkan menuding dirinya telah jebak dalam kasus tersebut.

Ia mengaku, hanya menyentuh bagian perut salah seorang siswanya yang saat itu sedang sakit perut. Tersangka berkeras tidak menyentuh bagian sensitif siswinya.

‎Keterangan tersangka bertolak belakang dengan keterangan keempat siswanya yang diduga menjadi korban aksi tersangka. IL (10),MN (11), MNN (11) dan M (11) mengaku telah dicabuli tersangka.

Ke empat anak dibawah umur ini mengaku tersangka meraba bagian dada dan kemaluan mereka. Usai melakukan aksinya, tersangka memberikan uang kepada mereka lalu berpesan agar tidak memberitahukan siapa pun aksi yang dilakukan tersangka.

" Tersangka memang membatah perbuatannya, tetapi dari keterangan korban dan saksi menunjukan adanya dugaan perbuatan pencabulan anak di bawah umur. Dalam melakukan aksinya, pelaku sengaja memanggil korbannya untuk masuk ke kelas saat kelas dalam keadaan sepi. Saat korban masuk, pelaku langsung melancarkan aksinya. Dari keterangan para korban, aksi pelaku tidak sampai pada perbuatan persetubuhan," ungkap Jamari.

Terbongkarnya kasus ini lanjut Jamari, bermula dari AL ibu kandung korban IL yang mendengar pembicaraan para korban terkait perbuatan tersanka LT. Awalnya, para korban takut mengungkapkan perbuatan LT, namun setelah didesak, akhirnya, para korban berani menceritakan perbuatan pencabulan yang dilakukan LT, oknum guru mereka sendiri.

" terungkapnya kasus ini bermula dari AL, ibu korban IL yang tanpa sengaja mendengar perbincangan para korban terkait aksi LT. Mendengar cerita tersebut, ibu korban kaget dan mendesak para korban untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya. Usai mendengarkan kesaksian para korban, AL tersebut langsung melaporkan kasus tersebut ke Mapolres TTS," tuturnya.

Jamari mengingat para orang tua tentang pentingnya mengajarkan kepada anak tentang pendidikan seks. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada anak, dimana bagian sensitif tubuhnya yang tidak boleh dilihat atau disentuh orang lain. Selain itu, melalui pendidikan seks sejak dini, anak juga diajarkan untuk berani melaporkan atau berbicara jika terjadi perbuatan pencabulan pada dirinya.

" kasus kekerasan seksual kepada anak usia dini di TTS cukup tinggi. Dan kebanyakan, pelakunya merupakan orang dekat korban. oleh sebab itu, pendidikan seks sejak dini menjadi penting untuk mengenalkan kepada anak dimana bagian sensitif tubuhnya yang tidak boleh dilihat atau diraba orang lain," pungkasnya.(*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang

Viral Rumah Bohemian Rapsody di Blitar, Gaya Eropa dan Dianggap Mistis, Lihat Video Penampakannya

Berita Populer