Kanal

Pater Dr. Paulus Budi Kleden, SVD : Superior General SVD Pertama Asal Indonesia

Pater Dr. Paulus Budi Kleden, SVD - Apolonia Matilde Dhiu

Seminari Tinggi Ledalero menjadi penyumbang terbesar misionaris SVD sejagat. Ada banyak tanggapan baik positif maupun negatif berkaitan dengan output Seminari Tinggi Ledalero. Salah satu di antaranya adalah kecenderungan terjadi penurunan kualitas. Langkah apa yang dilakukan untuk menyeimbangkan jumlah dan mutu imam-misonaris SVD?
Hal yang selalu saya tekankan saat berkunjung ke rumah-rumah formasi seperti Ledalero, Novisiat Kuwu, Nenuk, Biara Bruder St. Konradus Ende adalah soal kreativitas. Kami harus menjadi misionaris yang kreatif. Kreatif artinya memiliki keberanian untuk berpikir kritis, berpikir mandiri, melihat apa yang mungkin, mendiskusikan secara mendalam, lalu mengambil langkah.
Menjadi orang yang kreatif tidak hanya menjadi orang yang mengulang, tetapi kreatif dalam pemikiran, kreatif dalam sikap, memiliki inisiatif baru. Saya pikir hal ini secara sadar perlu ditingkatkan karena sebagaimana dikatakan tadi, tantangan saat ini lebih besar. Tantangan yang membuat kita hanya mengulang, merepetisi apa yang dibuat oleh orang lain, yang ditawarkan kepada kita melalui orang lain lewat media sosial dan sebagainya bisa melemahkan kita.
Saya ingat saat berkunjung ke India, dalam satu kesempatan berkunjung ke sebuah seminari, salah satu pembina berkomentar sangat baik tentang para seminaris yang dalam karya-karya seni mereka tidak hanya mengambil apa yang ada dalam media sosial, tetapi juga mengadaptasi secara kreatif dalam pentasan-pentasan mereka. Karena itu, kami selalu tekankan kreativitas dalam formasi-formasi kami. Dan saya yakin orang-orang muda itu punya kreativitas. Hanya perlu diberi ruang, perlu didorong, perlu diyakinkan akan pentingnnya kreativitas. (*)

Baca: Bank BTN Buka Kesempatan Kerja untuk Lulusan S1, Ini Jadwal dan Persyaratannya

Kurangi Menulis

SETELAH ditunjuk menjadi Superior General SVD sedunia, Pater Dr. Paulus Budi Kleden, SVD, meminta maaf karena sejak enam tahun terakhir dan enam tahun ke depan dirinya tidak bisa lagi menulis secara intens seperti dulu. Baik di media massa maupun menulis buku dan sebagainya.

Kepada Pos Kupang di Biara Soverdi Oebufu Kupang, Kamis (23/8/2018), Pater Paul, menyampaikan permohonan maafnya yang pertama kepada Harian Pagi Pos Kupang.

"Saya minta maaf kepada Pos Kupang karena sudah enam tahun tidak menulis, tidak seperti dulu, karena memang apa yang saya kerjakan dalam enam tahun terakhir dan saya lanjutkan dalam enam tahun ke depan membutuhkan cukup banyak waktu. Saya merasa tidak bisa menulis seperti dulu lagi khususnya untuk Pos Kupang karena kebanyakan waktu saya berada di luar negeri dan tidak bisa mengikuti apa yang didiskusikan di NTT secara lebih intens. Saya harus akui sudah lama saya tidak menulis dan tidak menjanjikan untuk menulis," ujar putra kelima pasangan Petrus Sina Kleden (alm) dan Dorothea Sea Halan ini.

Pater Paul yang mengawali karya pastoral di Swiss tahun 1993-1996 ini, mengatakan, bahkan untuk menulis buku sendiri tidak sempat lagi, tetapi untuk sekedar menulis pengantar buku-buku atau artikel ilmiah, ya masih sempat.
"Yang semi popular yang saya yakin penting dan biasa saya buat di Ledalero, untuk sementara saya tinggalkan," ujarnya.

Pulang ke Indonesia, katanya, selain untuk berlibur, dia juga menggunakan waktu untuk mengunjungi komunitas-komunitas dan anggota SVD, berbicara dengan awam, mendengar masukan-masukan dari mereka maupun biarawan-biarawati yang lain, apa yang mereka lihat dan pikirkan untuk kehidupan SVD ke depan.

Selain itu, Pater Paul meminta dukungan doa dan kerja sama dari para anggota SVD dan banyak orang lainnya untuk bisa menjalankan tugas dengan baik. (nia)

Biodata
Nama : Dr. Paulus Budi Kleden
Lahir : Waibalun-Larantuka, 16 November 1965.
Ayah : Petrus Sina Kleden (alm)
Ibu : Dorothea Sea Halan

Pendidikan :
SDK Waibalun 1 Tahun 1972-1977.
SMPK Pancratio Putera Tahun 1978-1981.
SMA Seminari Hokeng Tahun 1981-1985.
Masuk Novisiat SVD di Ledalero Tahun 1985.
Studi Filsafat di Ledalero Tahun 1986-1988.
Tahun 1988 ke Austria belajar di Theologische Hochschule Sankt Gabriel, Moedling.
Kaul kekal tahun 1992. Tahbisan imam tahun 1993.

Riwayat kerja:
Karya pastoral di Swis tahun 1993-1996. Tahun 1996- 2000 studi doctoral bidang teologi dogmatik pada Albert-Ludwigs-Universitaet Freiburg-Jerman.
Tahun 2001-2012 menjadi pendidik di Seminari Tinggi SVD di Ledalero dan dosen STFK Ledalero.
Tahun 2012-2018 menjadi anggota dewan jenderal SVD di Roma.
Tanggal 4 Juli 2018 terpilih sebagai superior jenderal ke-12 SVD.

Penulis: Apolonia M Dhiu
Editor: Apolonia Matilde
Sumber: Pos Kupang Cetak

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Berita Populer