Kanal

FOPPMAPOR Kupang Tanamkan Cinta Seni dan Budaya

Suasana kegiatan Pentas Seni Budaya oleh Mahasiswa Foppmapor Kupang di Desa Pong Ruan Kecamatan Kota Komba Kabupaten Manggarai Timur. - ISTIMEWA

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Forum Pemuda Pelajar Mahasiswa Pong Ruan (Foppmapor) Kupang menggelar aneka perlombaan pada malam pementasan seni dan budaya di Aula stasi Wae Tuan, Kakang, Desa Pong Ruan, Kecamatan Kota Komba Kabupaten Manggarai Timur (Matim).

Siaran pers yang diterima POS KUPANG.COM, Senin (27/8/2018) menyebutkan, kegiatan ini dilaksanakan, Sabtu ( 25/8/2018) dan diikuti oleh setiap Kelompok Basis Gereja( KBG) serta lembaga pendidikan yang berada di wilayah Desa Pong Ruan Kecamatan Kota Komba Matim.

Kegiatan ini digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kemerdekaan RI.

Ketua Panitia kegiatan, Emilianus Kamyo Mei, mengatakan, seni budaya serta kreatifitas harus ditanam sejak dini.

Sehingga kedepan seni budaya tetap dilestarikan dalam kehidupan sehari-hari.

"Tujuan digelarnya malam seni dan budaya adalah untuk mengisi kemerdekaan tahun ini dengan semangat untuk menjaga kearifan lokal seperti pada bidang seni dan budaya," ujar mahasiswa Unwira Kupang ini.

Emilianus menjelaskan berbagai perlombaan yang diadakan tersebut yakni terdiri dari tiga perlombaan seperti lomba tarian kreasi Manggarai, lomba vokal solo dan kepok adat.

Ketua umum Foppmapor, Thadeus Edison Putra dalam sambutannya mengatakan, sudah saatnya penanaman nilai untuk mencintai seni dan budaya perlu dilakukan.

"Pada era dewasa ini kearifan lokal seperti seni dan budaya kurang diminati generasi muda. Padahal kegiatan ini penting dilestarikan dari generasi ke generasi sebagai wujud apresiasi terhadap seni budaya yang mengandung nilai edukatif. Karena itu, kegiatan yang dirancang oleh panitia adalah tindakan solutif bagi kita yang ada di ruangan ini untuk bersama- sama dari saat ini untuk mencintai kebudaayan dan kesenian yang kita miliki.

Ia mengaku bahwa di zaman modern ini anak- anak jarang ditemui untuk mencintai seni.

Hampir anak- anak sibuk melaksanakan aktivitas yang tak dapat membentuknya menjadi orang yang bertanggung jawab akan pentingnya keberadaan dari seni dan budaya khususnya pada kebudayaan Manggarai .

Kegiatan ini dimeriahkan dengan tarian " tiba meka" atau tarian penerimaan tamu sebagai tarian pembuka dari SMP 10 Kota Komba. Selain itu hadir pula artis kelahiran baru di tanah Manggarai Timur sebagai pengiring musik vokal solo dan dewan juri tarian kreasi.

Kegiatan diakhiri dengan pembacaan dan pembagian juara.

Pemandu acara atau MC dalam kegiatan ini, Aris Ditman mengharapkan perhatian dari orang tua agar memotivasi untuk generasi baru bangsa agar tetap mengapresiasi seni dan budaya dalam hidup sehari-hari. (*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang

Wanita Tewas Dalam Lemari Pernah Unggah Foto Bersama Pelaku, Sempat Usir dari Kos sebelum Dibunuh

Berita Populer