Kanal

Theofilius : Mahasiswa Dituntut Kreatif dan Tingkatkan Bakat

Mahasiswa Baru STIKES Stu.Paulus Ruteng sedang mengikuti masa pengenalan kampus. - ISTIMEWA

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM|RUTENG--Kegiatan Pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) STIKES St. Paulus Ruteng, Jumat (24/8/2018) pagi pada hari kedua diwarnai dengan semangat keceriaan dari para mahasiswa baru. Berbagai bentuk permainan yang dipandu oleh panitia dimainkan penuh semangat dan antusias. 

Peserta PKKMB tampak semangat dan semakin merasa nyaman dengan lingkungan kampus sehingga segala kegiatan mereka ikuti dengan penuh hikmat.

Pada hari kedua,  peserta disuguhkan dan dibekali dengan beberapa materi yang sungguh sedap disantap akal. Peserta tampak berapi-api saat mendengarkan materi pertama yang dibawakan oleh bapak Puket III STIKES St Paulus Ruteng, Theofilius Achai Ndorang,S.Fil, M.Th.

Theofilus kepada POS-KUPANG.COM di Ruteng, Sabtu (25/8/2018) pag menjelaskan, dirinya sebagai Puket III STIKES Ruteng yangmembidangi kemahasiswaan memperkenalkan kepada mahasiswa baru tentang perguruan tinggi,  konsep pendidikan mahasiswa, program kreatifitas mahasiswa dan kode etik mahasiswa.

Ia menjelaskan, Perguruan  Tinggi menurut UU No. 12 Tahun 2012 bab 1 pasal 1 ayat 2. Perguruan tinggi juga memiliki fungsi berasaskan UU No. 12 Tahun 2014 pasal 4 dan pasal 5.

“Tujuan perguruan tinggi merupakan  wadah yang menghasilkan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui penelitian yang memperhatikan dan menerapkan  nilai  humaniora agar  bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan  kemajuan peradaban dan kesejahteraan umat manusia,”ujar Theofilus.

 Dikatakan Theofilus, konsep pendidikan mahasiswa saat ini dituntut untuk selalu memperhatikan dua hal penting yakni kegiatan kurikuler dan ekstrakulikuler.

 "Kegiatan kurikuler sebagai tujuan perguruan tinggi meliputi kegiatan akademik seperti kuliah, pertemuan kelompok kecil (seminar, diskusi, responsi), bimbingan penelitian, praktikum, tugas mandiri, belajar mandiri, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (kuliah kerja nyata dan kuliah kerja lapangan), sedangkan kegiatan ekstrakurikuler meliputi kegiatan kemahasiswaan yang bersifat penalaran keilmuan, minat dan kegemaran serta upaya perbaikan kesejahteraan mahasiswa dan bakti sosial bagi masyarakat," papar Theofilius.

Oleh karena itu, ia mengharapkan kepada mahasiswa supaya menjadi produk terbaik perguruan tinggi, maka harus memahami dan menguasai hard skill dan soft skill. Yang mana keduanya harus seimbang.

Halaman
12
Penulis: Aris Ninu
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang

Hasil Final Polling Mata Najwa di 3 Sosmed, Prabowo-Sandi Unggul dari Jokowi-Ma'ruf Amin

Berita Populer