Kanal

Demitologisasi dan Desakralisasi Persatuan

Bendera Merah Putih - net

Dalam Orde Lama, Presiden Soekarno mengkampanyekan persatuan itu sebagai nasionalisme.

Ketika itu negeri ini terbilang aman karena jarang terjadi gejolak yang berarti yang coba merongrong persatuan itu. "Go to hell with your aid", "Ganyang Malaysia", "Inggris kita linggis, Amerika kita seterika", bahkan keputusan Indonesia untuk keluar dari PBB, sebetulnya mencerminkan 'gila'-nya nasionalisme yang coba ditanamkan Soekarno dalam sanubari rakyat negeri ini.

Cinta akan nasionalisme itu semakin diperkuat lagi dengan kepiawaian Soekarno menghipnotis rakyat negeri ini untuk mendengar dan mengikuti gagasan-gagasan yang diucapkannya.

Presiden Soeharto di era Orde Baru bahkan lebih 'gila' terhadap nasionalisme itu. Bila Soekarno menanamkan ideologi persatuan itu melalui pidato-pidato dari mimbar podium, maka Soeharto melakukan itu dengan rekayasa sistematis melalui indoktrinasi.

Lembaga BP7 dengan penataran P4 adalah contoh paling baik menjelaskan maksud kita di sini. Kita sungguh merasakan betapa sucinya persatuan itu. Daerah-daerah yang coba mengambil sikap sendiri akan berhadapan dengan penguasa.

Dengan alasan stabilitas nasional, rezim Orde Baru menjaga benteng persatuan itu melalui semua produk hukum. Suara suara minor yang mengganggu stabilitas itu akan 'diaransemen' (memakai terminologi musik) hingga menjadi harmoni nan sedap didengar.

Aktivitas aktivitas yang berseberangan akan ditindak tegas di hadapan sebuah adagium "bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945". Siapa saja yang memperjuangkan perubahan akan berhadapan dengan seperangkat UU dan hukum yang membelenggu.

Hasrat para reformis yang mencita citakan keterbukaan dan kemerdekaan berkreasi para seniman dan budayawan menemukan jalan buntu tatkala berhadapan dengan jawaban berupa tautologi yang represif secara sempurna.

Catatan sejarah banyak yang dipalsukan, suatu dosa besar yang sulit diampuni. Pers yang berperan sebagai watch dog-nya pemerintah, harus ekstra hati hati dalam pertarungan dengan greedy dog yang telaten mengendus aroma lain.

Padahal apa yang disebut sebagai ideologi lebih sering lahir dan hadir untuk memperkuat status quo.

Halaman
1234
Editor: Putra
Sumber: Pos Kupang Cetak

Gadis di Sumbar Diperkosa Teman Pacar saat Kelelahan Mendaki Gunung hingga Akhirnya Tewas

Berita Populer