Kanal

Ini Batasan Waktu Kepada KLHK agar Cabut Izin Pembangunan Rest Area di Rinca

para aktivis dan petugas taman nasional komodo membongkar pagar lokasi pembangunan rest area di pulau rinca, rabu (22/8/2018) siang. - istimewa

Laporan Reporter POS--KUPANG.COM Servatinus Mammilianus

POS--KUPANG.COM, LABUAN BAJO-Forum Masyarakat Penyelamat Pariwisata Manggarai Barat (Formapp Mabar), memberi batas waktu sampai tanggal 28 Agustus 2018, kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk mencabut izin pembangunan rest area di Pulau Rinca, wilayah Taman Nasional Komodo (TNK).
Ketua Formapp Mabar Rafael Todowela, menegaskan bila sampai tanggal itu izin belum dicabut maka pihaknya akan kembali melakukan aksi demonstrasi dengan masa yang lebih banyak.

Baca: Mau Mengolah Daging Kambing Menjadi Masakan Lezat, Ini 5 Resep Favorid

"Kami juga segera bersurat ke Menko Maritim dengan tembusan ke Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta ke dirjennya agar izin tersebut segera dicabut," kata Rafael saat dikonfirmasi POS--KUPANG.COM, Kamis (23/8/2018).
Selain bersurat kata dia, pihaknya berencana bertemu presiden untuk menyampaikan perjuangan mereka agar izin itu dicabut.

Disampaikannya, saat ini dunia sangat menghargai kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) tetapi kenapa pemerintah malah membolehkan pembangunan di kawasan itu yang bisa merusak ekosistem yang ada.

"Bila izin itu tidak dicabut maka kami pasti akan bersurat ke UNESCO agar gelar komodo sebagai tujuh keajaiban dunia harus dicabut, gelar Taman Nasional Komodo sebagai warisan alam dunia harus dicabut dan gelar sebagai tempat penelitian dunia juga dicabut. Biar saja dijadikan sebagai taman nasional biasa," kata Rafael.

Menurut dia, beberapa gelar yang disematkan pada TNK membuktikan bahwa dunia sangat menghargai dan melindungi kawasan itu.

"Lalu kenapa kita sendiri tidak menghargainya. Negara harus hadir untuk masalah ini dengan mencabut izin pembangunan itu," tegas Rafael.(*)


Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang

Sebelum Tewas, Anak Korban Pembunuhan di Bekasi Tulis Surat: Mama Papa Maafin Kakak Sudah Buat Marah

Berita Populer