Kanal

Kampung Adat Guru Sina dalam Kenangan

Para prajurit TNI dari Kodim Ngada bersama warga Gurusina membersihkan puing-puing, Senin (20/8/2018). - POS KUPANG/GORDI DONOFAN

Oleh Drs. Nicolaus Nonoago, M.Si
Pensiunan Widyaiswara Utama BPSDM Provinsi Nusa Tenggara Timur

POS-KUPANG.COM - Guru Sina merupakan satu di antara kampung adat di Kecamatan Jerebu'u, Kabupaten Ngada yang dibangun sejak tahun 1942, disamping kampung adat lainnya di kawasan Jerebu'u seperti nua (kampung) Bena, Luba, Nage, Tolo Lela,Dona, Deru, Pali/Ana Loka, Nio, Wajo dan nua Doka.

Dari sekian banyak kampung yang disebutkan di atas, kampung Guru Sina termasuk kampung yang rumah adatnya dibangun secara tradisional seperti kampung Bena.

Keaslian kampung adat ini dilihat dari berbagai aspek budaya seperti bangunan rumah adatnya, bentuk kampung yang melingkar (bulat panjang), dan berbagai megalit, baik yang berada di tengah kampung, di belakang kampung maupun yang berada di kebun-kebun.

Baca: Apa Kata Zodiak Tentang Asmaramu di Bulan Ini? Intip Yuk!

Selain itu, masyarakat kampung Guru Sina masih memegang teguh adat-istiadat dalam bentuk ritus-ritus tertentu, seperti ritus membangun rumah adat, ritus membangun Ngadhu dan Bhaga, ritus membuka kebun baru, ritus menanam padi, ritus pasca-panen, ritus potong rambut anak, ritus peminangan, ritus kematian dan ritus syukur atas keberhasilan dan juga kegagalan yang terjadi dalam satu tahun, yang dikenal dengan "Reba".

Itulah sebabnya saya menyebut Kampung Adat Guru Sina sarat makna.

Dr. Watu Yohanes Vianey dalam bukunya "Representasi Kode Etik Orang Ngada, Kajian dari Kampung Adat Guru Sina" (2013:30) yang dikutip dari P. Arndt, menyebutkan, menurut salah satu versi mitologi setempat, Guru Sina pada mulanya
bukan sebuah nama kampung.

Guru Sina adalah nama manusia dan nama riwu Dewa (`leluhur yang telah bersekutu dengan Tuhan'). Masih menurut Watu Yohanes Vianey, sebagai nama manusia, "Guru Sina" adalah nama yang diberikan oleh leluhur yang bernama "Gale Ga'e" untuk seorang leluhur pria, yang pada mulanya dikenal dengan julukan "me ze'e" (si buruk, si jahat).

Dia diberikan julukan seperti itu karena perilakunya yang tidak sopan dan jahat. Supaya bertobat dari perilaku jahat tersebut, Gale Ga'e memberi nama baru untuk me ze'e dengan nama "Guru Sina".

Baca: Jelang Comeback, BTS Rilis Track List di Album Love Yourself: Answer

Melalui proses penggantian nama ke "Guru Sina", me ze'e bertransfigurasi menjadi manusia Guru Sina, yaitu menjadi "Guru" dan "Sinar" atau terang, yang menghalau berbagai jenis kejahatan dan keburukan, mulai dari dirinya sendiri melalui tindakan pertobatan dari dosa-dosanya.

Halaman
123
Editor: Putra
Sumber: Pos Kupang Cetak

Dijual untuk 'Nikah Bayaran' ke Cina, 11 Wanita Indonesia Disiksa Bak Hewan, Hukum Hambat Kepulangan

Berita Populer