Kanal

Ini Pemicu Caleg PKS di TTU Ajukan Pengunduran Diri dari Pencalonan

Hironimus Joni Tulasi, Komisioner KPU Divisi Hukum - POS-KUPANG.COM/DION KOTA

Laporan Reporter Pos-kupang.com, Dion Kota

POS KUPANG.COM, KEFA – Bakal calon legislatif ( Caleg), Maria Rosita Taena dari Partai PKS mengajukan surat pemuduran diri sebagai Caleg usai namanya ditetapkan KPU Kabupaten TTU dalam daftar Caleg sementara ( DCS). Dalam surat pemunduran dirinya, Maria mengaku, alasan pemunduran dirinya karena pertimbangan keluarga besar dan pertimbangan pribadi.

Hal ini diungkapkan ketua KPU Kabupaten TTU, Hironimus Joni Tulasi saat dihubungi pos kupang, Senin ( 20/8/2018) melalui sambungan telepon genggamnya.

Baca: 6 Zodiak ini Dianggap Terlalu Narsistik dan Sensitif, Zodiak Kamu Ada?

Ia mengatakan, hingga satu hari menjelang batas waktu penerimaan tanggapan terhadap pengumuman DCS, belum ada tanggapan tertulis dari masyarakat yang masuk ke KPU.

KPU baru menerima surat pemunduran diri bakal caleg, Maria yang memundurkan diri karena pertimbangan keluarga dan pribadi. Selanjutnya, KPU akan meminta klarifikasi dari partai PKS terkait pemunduran diri Mari.

" Kita akan segera bersurat ke partai PKS terkait pemunduran diri Maria dari daftar DCS. Selanjutnya, dari tanggal 28 hingga 31 Agustus merupakan ruang bagi partai PKS memberikan klarifikasi secara tertulis terkait pemunduran diri calegnya," ungkap Hironimus.

Ketika ditanyakan apakah partai PKS diberikan ruang untuk mengganti Maria dari daftar calegnya, Hironimus menjelaskan, Maria bisa diganti seandainya pemunduran dirinya menyebabkan persentase keterwakilan perempuan dari partai PKS kurang dari 30 persen. Tetapi, jika angka keterwakilan perempuan masih di atas 30 persen maka tidak ada ruang untuk mengganti Maria.

" Sesuai regulasi, kalau calegnya laki-laki sama sekali tidak ada ruang untuk mengganti caleg yang memundurkan diri.

Kalau caleg perempuannya, akan berpatokan terhadap angka keterwakilan 30 persen caleg wanita. Jadi nanti kita lihat lagi berapa persen angka keterwakilan perempuan partai PKS," jelasnya.

Terkait kepala inspektorat TTU, David Amleni yang namanya masuk dalam DCS, Hironimus membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, bakal caleg bersangkutan ditetapkan dalam DCS karena telah melengkapi seluruh dokumen persyaratan kelengkapan caleg. Jika hingga tanggal 20 September yang bersangkutan tidak mampu memasukan surat pensiun, maka akan dinyatakan gugur.

"Ada dua orang ASN yang masuk dalam DCS. Keduanya akan pensiun pada tanggal 1 September mendatang sehingga masih ada ruang untuk memasukan surat pensiun sebelum penetapan DCT," pungkasnya.

Terpisah, Ketua Divisi Teknis, KPU Kabupaten TTS, Santi Soinbala mengatakan, sejauh ini KPU Kabupaten TTS sudah menerima tiga surat tanggapan tertulis dari masyarakat terkait pengumuman DCS. Namun dirinya enggan membeberkan isi surat tanggapan tersebut karena belum mengetahui dengan pasti apakah isi tanggapan masyarakat bisa dipublikasikan atau tidak.

" Surat tanggapannya masuk sejak minggu lalu. Tetapi saya harus koordinasi dengan KPU Propinsi NTT dulu apakah bisa dipublikasi ke media atau tidak. Tetapi saya pastikan sudah ada tiga tanggapan masyarakat yang masuk," tegasnya. (*) ‎

Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang

Dijual untuk 'Nikah Bayaran' ke Cina, 11 Wanita Indonesia Disiksa Bak Hewan, Hukum Hambat Kepulangan

Berita Populer