Kanal

Jadi Korban Kekerasan Oknum Kades dan Staf, Inilah Penjelasan Fernandes Jalang, Warga Desa Pong Ruan

Ilustrasi - Instagram

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG-COM | BORONG - Beredarnya video tindak kekerasan terhadap warga Desa Pong Ruan, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), langsung disikapi aparat Polres Manggarai dan Polsek Wae Lengga.

Mereka langsung menemui Fernandes Jalang di rumahnya di Desa Pong Ruan, Kecamatan Kota Komba, Jumat (17/8/2018) siang.

Fernandes ditemui aparat polisi terkait beredarnya video penganiayaan yang dilakukan oleh oknum Kades Pong Ruan, DTL bersama aparat Desa Pong Ruan.

Kepada Polisi, Fernandes menjelaskan, pada hari Jumat 27 Juli 2018 sekitar jam 13.00 wita ia didatangi Ketua RT O9 Melar, SG bersama beberapa warga untuk meminta dirinya segera ke rumah Ketua RW 03 Dalo, SA guna meminta klarifikasi dan pertanggungjawabannya atas adanya laporan bahwa di depan kamar WC pribadi ibu Kresensiana Ina ditemukan pelepah pinang yang berisikan tulisan dalam bahasa Manggarai yang kurang sopan.

‪Sesampainya di rumah Ketua RW, Fernandes diminta untuk mengaku kalau tulisan di pelepah pinang tersebut ditulis olehnya.

Fernandes pun mengaku bahwa dia yang menulis.

Baca: Aksi Kekerasan terhadap Warga Desa Pong Ruan, Fernandes Jalang, Viral di Medsos

Baca: BTS Rayakan Pencapaian 10 Juta Pelanggan dengan Penghargaan YouTube Diamond Creator

Baca: Ramalan Zodiak Besok, Sabtu 18 Agustus 2018, Leo Berkumpul dengan Teman dan Keluarga, Zodiak Lain?

Selanjutnya, datanglah sang kades menampar Fernandes  dan menyuruhnya merayap di aspal dari depan rumah ketua RW menuju ke tengah kampung tempat yang biasa dilakukan sesajian untuk menghormati leluhur.

Di tempat tersebut Fernandes disuruh oleh Kades Pong Ruan melakukan sumpah dan pada saat itu Fernandes pun disiram dengan air oleh sang kades.

Ketua RW 03 Dalo, SA kepada aparat polisi mengakui  benar pada Jumat (27/7/2018) sekitar jam 13.00 wita bertempat di rumahnya telah dilakukan penyelesaian masalah antara saudara Fernandes dan Krensiana Ina.

SA mengatakan, saat itu sang kades hanya melakukan pembinaan kepada Fernandes dengan memberikan tindakan fisik lalu disuruh merayap di aspal dan disiram dengan air.

Camat Kota Komba, Herman Jebarus yang ditemui POS-KUPANG.COM mengaku terkejut dengan video tersebut.

"Saya akan cek dan panggil kadesnya," ujar Camat Herman di Wae Lengga, Jumat (17/8/2018) sore. (*)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang

Viral Wanita Terobos Rombongan Presiden Jokowi dan Acungkan Jari Tengah, Tabrak Polisi yang Mengawal

Berita Populer