Kanal

Keluarga Desak DPRD Sumbar Bentuk Pansus Investigasi Kematian Poro Duka

Ketua DPRD SB, Gregorius HBL Pandango didampingi dua anggota DPRD SB saat menerima perwakilan keluarga Poro Duka berdialog di kantor DPRD SB, Selasa (7/8/2018) - pos kupang.com, petrus piter

Laporan Wartawan Pos-kupang.com, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM, WAIKABUBAK, ----Keluarga korban Poro Duka, Warga Desa Patiala, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat mendesak DPRD Sumba Barat segera membentuk pansus guna melakukan investigasi terhadap kematian Poro Duka tanggal 25 April 2018 yang diduga meninggal dunia akibat terkena tembakan peluru aparat kepolisian yang bertugas mengamankan pengukuran tanah oleh BPN saat itu.

Dengan kewenangan yang dimiliki lembaga terhormat DPRD Sumba Barat diyakini mampu mengungkap takbir kematian Poro Duka sesungguhnya.

Desakan itu disampaikan perwakilan keluarga Poro Duka dalam hal ini koordinator aksi damai, Dedi F.Holo saat bersama keluarga Poro Duka melakukan aksi damai di kantor DPRD Sumba Barat, Selasa (7/8/2018).

Menurutnya, keluarga melakukan aksi damai ini karena melihat proses penegakan hukum terhadap kematian Poro Duka menjadi tidak jelas alias kabur.

Sudah 100 hari kematian Poro Duka, sementara proses hukum atas kematian itu tidak jelas. Misalnya pelaku penembakan Poro Duka dan pihak lain yang diduga memiliki peran hingga menimbulkan korban meninggal dunia tidak jelas pula.

Karena itu keluarga berharap dengan dibentuknya pansus oleh DPRD Sumba Barat dapat mengungkap misteri kematian Poro Duka.

Dengan demikian semua pihak yang diduga terlibat harus bertanggungjawab dihadapan hukum. Keluarga melihat tidak adanya keadilan dalam proses hukum atas kematian Poro Duka karena sampai saat ini tidak jelas penyelesaianya.

Terhadap desakan itu, ketua DPRD Sumba Barat, Gregorius HBL Pandango, menegaskan, secara kelembagaan mendukung perjuangan keluarga Poro Duka untuk mendapatkan keadilan hukum.

Lembaga DPRD Sumba Barat akan terus memperjuangkan keadilan hukum bagi keluarga korban Poro Duka sesuai kewenangan yang dimilikinya.

Usai bertemu DPRD Sumba Barat, keluarga korban Poro Duka seterusnya melakukan aksi damai yang sama di kantor BPN dan Polres Sumba Barat. (Pet)

Foto suasana pertemuan perwakilan keluarga Poro Duka, Warga Desa Patiala Bawa, Sumba Barat dengan DPRD Sumba Barat. (*)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang

Ditemukan Tewas di Sawah, Mahasiswi Aceh Ternyata Dibunuh Pacar karena Alasan Ini

Berita Populer