Kanal

Anda Punya Anak Kembar? Ini yang Harus Kami Perhatikan

Kelima anak kembar Habibie Ahmad Akbar dan Lely Solihati. Kelima anak kembar Habibie Ahmad Akbar dan Lely Solihati. - KOMPAS.com/Dok. Lely S.

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Mengasuh anak, apalagi anak kembar, memberikan tantangan tersendiri. Setidaknya, itu yang dirasakan oleh pasangan Habibie Ahmad Akbar, dan Lely Solihati.

Pasangan yang tinggal di Cirebon, Jawa Barat ini, memiliki enam anak, lima di antaranya adalah anak kembar.

Kelima anak kembar Habibie dan Lely dikenal dengan sebutan "AIUEO" yang merupakan singkatan dari nama-nama mereka, yaitu Abbid Muhammad Akbar, Izzul Syaefuddin Al Akbar, Uqkail Fathul Akbar, Ezra Khairu Akbar, dan Oxy Abhitya Akbar.

Baca: Polisi Terbitkan Izin Pengajian Ustaz Abdul Somad di Semarang

Nah, apa yang perlu diperhatikan jika memiliki anak kembar? Berikut beberapa hal yang dibagikan Lely, saat dihubungi Kompas.com, Minggu (29/7/2018).

1. Jangan membandingkan
Sebagai orangtua, jangan pernah membandingkan satu anak dengan anak yang lain. Perlakuan seperti ini bisa memupuk rasa iri di antara anggota keluarga.

2. Membiarkan anak tumbuh dengan ketertarikan berbeda
Membiarkan anak kembar tumbuh dengan minat berbeda dan biarkan anak-anak memilih apa yang mereka mau. Hal ini akan membantu anak-anak menemukan identitasnya masing-masing, meskipun mereka adalah anak kembar.

3. Jangan mengabaikan anak yang lain
Sebagai orangtua yang mempunyai beberapa anak, kadang orangtua suka lupa memerhatikan anak yang lebih besar. Misalnya, sebelum mempunyai anak kembar, orangtua lebih dulu dikaruniai anak pertama di keluarga mereka.

Berikan pengertian kepada anak yang lebih besar akan kehadiran adik-adiknya. Selain itu, berikan perhatian dan kasih sayang yang sama kepada setiap anak sehingga tidak ada anak yang merasa tidak dicintai di dalam keluarga.

4. Membuat jadwal rutin
Orangtua memegang peranan penting terhadap jadwal rutin kegiatan anak-anak mereka. Sebagai orangtua, harus membiasakan rutinitas kegiatan untuk anak-anaknya sejak dini, bahkan sejak hari pertama anak-anak lahir ke dunia.

Untuk permulaan, catat baik-baik semua jam tidur, minum ASI, mengganti popok, jam anak terbangun, jam anak ketika bermain, dan lain-lain.

5. Mengajarkan anak-anak untuk menerapkan jadwal yang teratur
Sebagai orangtua, mengajari anak-anak untuk memiliki jadwal yang teratur dapat dilakukan sejak dini. Tujuannya, agar ke depannya anak-anak dapat beradaptasi terhadap jadwal yang telah ditentukan.

Dalam menerapkan jadwal yang teratur tersebut, diperlukan komitmen dari orangtua agar dapat berjalan sesuai harapan. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com

Aldi Novel Adilang Hanyut hingga ke Jepang: Saya Hanya Berdoa, dan Hiu Itu Pergi

Berita Populer