Kanal

Produktivitas Pekerja Indonesia Rendah, Ini Penyebabnya

Ilustrasi pekerja - KOMPAS.COM

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Produktivitas pekerja Indonesia saat ini dianggap belum maksimal. Di antara negara Asean, Indonesia menempati peringkat keempat di bawah Singapura, Malaysia dan Thailand.

Padahal, sebagai negara dengan penduduk terbanyak di Asia Tenggara, semestinya Indonesia bisa memanfaatkan hal tersebut sebagai kekuatan dalam pembangunan.

Baca: Keluarga Mengaku tak Sabar Mengetahui Siapa Pelaku Penembakan Ferdy Taruk

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Imelda Freddy mengatakan, salah satu penyebab rendahnya produktivitas pekerja Indonesia karena penguasaan bahasa asing yang terbatas.

"Padahal komunikasi secara verbal maupun non-verbal dalam dunia kerja kini sudah tidak dapat dilepaskan dari bahasa asing," ujar Imelda dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/7/2018).

Imelda mengatakan, saat ini banyak alat atau mesin pabrik yang petunjuk pengoperasiannya menggunakan bahasa asing. Ketidakmampuan ini dapat menjadi penghambat bagi pekerja Indonesia untuk bekerja secara cepat dan efisien.

Untuk mengatasi masalah ini, mereka butuh pelatihan tersendiri untuk mengoperasikan peralatan tersebut. Namun, ternyata hal ini mendatangkan dampak yang kurang baik karena waktu pekerja habis untuk latihan.

"Perusahaan akhirnya harus mendatangkan pekerja asing yang memang memiliki kompetensi dalam mengoperasikan alat atau mesin tersebut," kata Imelda.

Dengan melihat permasalahan tersebut, pekerja dituntut meningkatkan kompetisi diri sebelum menyalahkan kehadiran tenaga kerja asing.

Perusahaan tak mau ambil risiko dengan mempekerjakan pekerja yang tak memahami pengoperasian peralatan yang ada.

Imelda mengatakan, jika kompetensi pekerja Indonesia sudah semakin tinggi dan mampu menduduki posisi-posisi penting, tentu perusahaan tidak perlu susah-susah mendatangkan pekerja asing.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com

Video detik-detik Vicky Prasetyo Gerebek Angel Lelga sedang Selingkuh di Kamar Pukul 2 Dinihari

Berita Populer