Kanal

Mengatasi Penyakit Diare di Kota Kupang. Begini Langkah-langkahnya

- ilustrasi

POS-KUPANG.COM - Data World Health Organization (WHO) menyebutkan, diare dan kecelakaan bermotor masuk dalam daftar penyebab kematian paling banyak di dunia.

Sebanyak 2,7 persen dari seluruh kematian di seluruh dunia disebabkan oleh diare. Banyaknya kematian akibat diare disebabkan masih banyaknya warga dunia yang hidup di bawah garis kemiskinan dan kondisi sanitasi yang buruk.

Berdasarkan data Riskesdas, diare merupakan penyebab utama kematian bayi dan anak balita, anak usia 1 bulan sampai kurang dari 5 tahun di Indonesia. Disebutkan, diare menjadi penyebab utama kematian bayi 31,4% dan anak balita 25,2%. Bahkan pada tahun 2010, sempat terjadi KLB diare di 26 lokasi yang tersebar di 33 kabupaten/kota di 11 provinsi di Indonesia.

Bagaimana diare bisa terjadi? Diare dapat disebabkan karena beberapa faktor, antara lain, lingkungan, infeksi, malnutrisi. Lingkungan bisa berasal dari air yang terkontaminasi feses yang mengandung microorganisme yang menyebabkan diare.

Diare merupakan penyakit infeksi yang disebabkan virus, bakteri dan organisme yang bersifat parasit. Sebagian besar parasit ini tersebar pada air yang sanitasinya buruk. Rotavirus dan Escherchia coli merupakan organisme paling umum menyebabkan penyakit diare.

Selain faktor lingkungan dan infeksi ini, diare juga bisa disebabkan oleh malnutrisi. Anak-anak yang mengalami mal nutrisi akan lebih rentan mengalami diare. Jika sudah terjangkit diare makan akan semakin menyebabkan kondisi malnutrisi semakin buruk. Higienisitas juga penyebab diare. Makanan yang disimpan pada kondisi yang tak higienis bisa menjadi pemicu diare.

Nah, pada seminggu belakangan ini, sejumlah rumah sakit di Kota Kupang banyak kedatangan balita dan anak-anak penderita diare. Seperti RSIA Dedari Kupang. Pasien anak dan balita rawat inap karena diare mencapai 21 orang. Pun begitu di rumah sakit swasta lain di Kota Kupang. Di RS Leona sejak minggu lalu merawat pasien diare.

Demikian pula di RSUD Prof Dr WZ Johannes Kupang. Sedangkan di RSUD SK Lerik Kota Kupang sedikitnya 31 pasien diare menjalani rawat jalan.

Musim pancaroba ini, rumah sakit milik Pemkot Kupang tersebut dalam kondisi siaga mengantisipasi peningkatan kasus diare dan ISPA. Pada tahun 2017 lalu, jumlah penderita diare di NTT tinggi. Tercatat dari bulan Januari sampai Juli 2017 terdapat 3.363 penderita.

Pada bulan Januari 2017 penderita diare mencapai 929 kasus, lalu mulai menurun pada bulan berikutnya, Februari 710 kasus, Maret 409 kasus, April 298 kasus, Mei 383 kasus, Juni 265 kasus, dan bulan Juli terdapat 378 kasus. Sedang pada tahun 2016, dari Januari-Juni, di Kota Kupang penderita diare terdapat 400 kasus.

Dinkes Kota Kupang menganggap kenaikan kasus diare biasa terjadi dari tahun ke tahun pada musim pancaroba. Pada musim ini warga mulai kesulitan air. Mestinya kita tidak menganggap biasa penyakit ini. Toh dari waktu ke waktu jumlahnya terus meningkat. Pasti ada yang belum beres. Terus apa yang dilakukan pemerintah?*

Penulis: PosKupang
Editor: Putra
Sumber: Pos Kupang Cetak

Beredar Isi Percakapan Asusila Kepsek SMAN 7 Mataram yang Menyeret Baiq Nuril

Berita Populer