Kanal

WKRI DPD Provinsi NTT Gelar Aneka Lomba Meriahkan HUT WKRI ke -94

Ketua Presidium WKRI DPD NTT, Ursula Dando Lio dan Wakil Ketua Presidum I, Efie Seran Gheta, foto bersama dengan Pengurus DPC Gereja Katedral Kristus Raja Kupang usai perayaan ekaristi di Gereja Katedral Kristus Raja Kupang. - ISTIMEWA

Selain itu, kata Ursula, para pengurus DPD, DPC dan ranting juga menghadiri misa perayaan HUT WKRI yang diselenggarakan oleh DPC Gereja Katedral Kristus Raja Kupang tanggal 26 Juni 2018.

Di puncak acara di DPC Katedral Kristus Raja Kupang, juga dilakukan pemotongan tumpeng HUT WKRI.

Pada kesempatan itu, Ursula menyampaikan sambutanya terkait HUT WKRI. Dalam sambutanya, Ursula mengatakan, di NTT ada 29 Cabang WKRI yang berada di wilayah kerja DPD WKRI Provinsi NTT.

Namun, tidak semuanya melakukan kegiatan untuk memeriahkan HUT WKRI.

Rendahnya aktivitas di tingkat cabang dan ranting dipengaruhi banyak faktor dan yang pasti adalah rendahnya penghayatan terhadap tugas perutusan yang diemban.

Menurut Ursula, pemahaman tentang kehadiran organisasi WKRI masih sebatas cukup ada untuk memenuhi tuntutan kehadiran sebuah organisasi kemasyarakatan, selebihnya belum diaplikasikan dalam seluruh aktivitas.

"Sebenarnya tidak sulit untuk dilakukan jika semua anggota mampu menerjemahkan program dan kegiatan yang diturunkan dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) hasil Kongres XIX yang dijabarkan lebih lanjut dengan mempertimbangkan kebutuhan lokal NTT yang dituangkan dalam program kerja Konferda IV DPD WKRI NTT tahun 2017 dan sudah diteruskan ke masing- masing pengurus cabang. Namun, secara khusus saya memberikan apresiasi dan selamat kepada para anggota DPD dan Cabang yang sudah melaksanakan kegiatan dengan penuh tanggung jawab," ujarnya.

Dia mengatakan, thema HUT WKRI ke-94, yakni "Menghormati Keberagaman dan Mengawal Demokrasi Indonesia Yang Bermartabat" dengan sub thema "Dalam wadah WKRI, wadah kesatuan gerak perempuan Katolik, yang bersifat sosial aktif, mandiri dalam menjalankan kehidupan berorganisasi berpedoman pada prinsip-prinsip solidaritas, subsidiaritas, berlandaskan ajaran sosial gereja".

Untuk itu, katanya, semua pengurus dan anggota harus tanggap terhadap seruan dan ajaran sosial gereja, yang berkaitan dengan thema-thema pokok, yakni keluarga, lingkungan, trafficking dan kejahatan korupsi.

Ia mengajak anggota WKRI se-NTT untuk tetap menjaga dan mengawal proses demokrasi di tahun politik ini, agar tetap menjadi pemilih yang cerdas dan rasional.

Halaman
123
Penulis: Apolonia M Dhiu
Editor: Apolonia Matilde
Sumber: Pos Kupang Cetak

Video Viral Polisi Sempatkan Diri Beribadah ketika Bertugas di Belakang Suporter Bola

Berita Populer