Kanal

Dosen dan Mahasiswa S2 IKM Undana Adakan Penyuluhan Kesehatan di Baun

- Laus Markus Goti

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Dosen dan mahasiswa S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM), Universitas Nusa Cendana (Undana) mengadakan Penyuluhan Kesehatan Ibu dan Anak di Puskesmas Baun, Amarasi Barat, Sabtu (14/7/2018).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat oleh dosen dan mahasiswa S2 Prodi IKM Pasca Sarjana Undana. Lahir dari inisiatif para dosen dan mahasiswa S 2 yang saat ini sudah bekerja sebagai bidan atau pun perawat.

Kehadiran dosen dan mahasiswa ini disambut antusias oleh pihak puskesmas dan masyarakat setempat. Mereka serius dan setia mengikuti penyuluhan ini hingga selesai. Beberapa materi yang disosialisasikan dalam penyuluhan itu antara lain, perawatan bayi, air susu ibu, keluarga berencana dan campak.

Kepala Puskemas Baun, Melton Pairikas, SST, mengatakan pihaknya dan masyarakat Baun amat berterima kasih atas kunjungan dan penyuluhan ini.

Kepada masyarakat yang hadir pada kesempatan itu, khusunya kepada para ibu-ibu, ia mengingatkan, pengetahuan terkait kesehatan ibu dan anak sangat penting.

"Perlu kita ketahui bersama kesehatan ibu dan anak wajib kita jaga karena ibu mempunyai peran penting menjaga dan merawat anak-anak yang adalah generasi penerus. Oleh karena itu, kita harus paham bagaimana merawat kesehatan ibu dan anak," ungkapnya.

Melton, mengatakan penyuluhan oleh dosen dan mahasiswa sangat relevan dengan kondisi masyarakat setempat. Untuk itu ia berharap program ini bisa berkesinambungan.

"Ini sangat relevan. Selama ini masyarakat ke puskesmas hanya kalau sakit. Semoga mereka sadar bahwa kesadaran menjaga kesehatan mereka sangatlah penting, " ungkapnya.

Dosen Kesehatan Ibu dan Anak, Dr. Ina Debora Ratu Ludji, S.Kp, M.kes, menegaskan, persoalan ibu dan anak di NTT krusial dan harus ditanggapi secara serius.

Untuk itu, katanya, pihaknya mengadakan program pengabdian masyarakat. Ia berharap materi-materi penyuluhan yang diberikan bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari demi peningkatan kesehatan ibu dan anak.

Dr. Ina Debora, menjelaskan satu hal penting yang kurang disadari oleh masyarakat adalah pentingnya air susu ibu bagi bayi.

"Saya kira hal ini harus terus digemakan. Banyak ibu-ibu sekarang terobsesi dengan macam-macam produk susu. Saya tegaskan asi adalah yang terbaik, " katanya.

Dikatakannya, standar emas makanan bayi yang direkomendasikan WHO adalah ASI, hanya ASI diberikan selama 6 bulan. Makanan pendamping (MP ASI) keluarga diberikan setelah usia 6 bulan, tapi ASI terus diberikan sampai dua tahun atau lebih.

Menurutnya, pemberian ASI sesuai standar yang direkomendasikan oleh WHO, akan berpengaruh baik pada kecerdasan anak. Anak akan bertumbuh sehat baik tubuhnya juga kecerdasannya. (*)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Apolonia Matilde
Sumber: Pos Kupang

Aldi Novel Adilang Hanyut hingga ke Jepang: Saya Hanya Berdoa, dan Hiu Itu Pergi

Berita Populer