Kanal

Hati-hati! Rentenir Berkedok Koperasi Marak di NTT, Beri Pinjaman dengan Bunga Tinggi

Rentenir - ILUSTRASI

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Koperasi berbadan hukum tumbuh subur dan sehat di wilayah Nusa Tenggara Timur. Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT dinobatkan sebagai penggerak koperasi oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Namun, bersamaan itu praktik rentenir berkedok koperasi pun marak.

Warga terbuai proses meminjam uang yang mudah serta tanpa agunan meski menyadari bunga pinjaman sangat tinggi.

Sebagian warga NTT mulai menyadari beratnya terjerat praktik rentenir lalu beralih memilih koperasi yang bekerja berlandaskan peraturan yang berlaku. Namun, masih ada yang pinjam pada rentenir berkedok koperasi.

Baca: Rektor Undana Dilapor ke KPK, Diduga Korupsi Rp 6,2 Miliar di Bank NTT

Meri Hingan, misalnya trauma berurusan dengan koperasi harian. Penjual sayur di Pasar Pada, Lewoleba, Kabupaten Lembata ini kesal karena dikejar-kejar oleh petugas koperasi harian. Itulah sebabnya dia sudah tak mau pinjam lagi.

"Sudah lama saya tidak mau berurusan dengan koperasi (harian). Koperasi memang baik, bisa bantu berikan modal tapi setelah itu tiap hari petugas selalu datang menagih cicilan. Itu yang membuat saya tidak suka," ujar Meri saat ditemui di lapak jualannya, Rabu (11/7/2018) siang.

Wanita paruh baya ini menjual aneka sayur, di antaranya sawi, tauge dan sayur manis. Meri membuntuhkan modal. Tapi melihat kenyataan petugas koperasi rajin tagih uang kepada peminjam, ia tidak mau berurusan dengan koperasi harian.

Baca: Begini Reaksi Rektor Undana Ketika Mengetahui Dilapor ke KPK

Meri menuturkan, di pasar Pada ada banyak penjual yang tidak mau berhubungan dengan koperasi, di antaranya Lisa Watun asal Desa Lerek, Kecamatan Atadei dan Oni Adoe.

"Di pasar ini ada banyak pedagang sayur yang tak mau dapatkan modal dari koperasi. Saya sendiri juga begitu," ujar Oni Adoe sembari menambahkan ada pedagang berhenti berjualan karena dikejar terus petugas koperasi.

Hal berbeda dirasakan pedagang di Pasar Inpres Larantuka, Kabupaten Flores Timur. Sejumlah pedagang buah, di antaranya mama Sili Sogen dan Nes Welan mengaku koperasi sangat bermanfaat dalam menopang usaha mereka.

Baca: Mantan Dirut Bank NTT Akui Ada Polemik Rektor Undana Merangkap Jabatan

Menurut keduanya, koperasi harian sangat membantu dalam keadaan terdesak. Bahkan bisa pinjam 'tendes' kalau butuh lagi. Pinjam tendes maksudnya pinjaman pertama belum lunas namun boleh pinjam lagi.

Halaman
123
Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Pos Kupang Cetak

5 ABG Digerebek Hendak Gelar Pesta Seks di Makassar, 3 Gadis Masih di Bawah Umur

Berita Populer