Kanal

Ini Pengalaman Natalia Bisik Jelajahi Daerah-daerah di NTT

- Laus Markus Goti

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Natalia Bisik dalam dua tahun terakhir ini menjelajahi tiga daerah di wilayah Provinsi NTT, yakni Kabupaten Belu, Manggarai dan Alor. Kehadiranya di tiga daerah ini untuk menggalang Program Masyarakat Aman dan Tangguh.

Natalia Bisik adalah Koordinator Lapangan (Korlap) Program Masyarakat Aman dan Tangguh Penanggulangan Bencana wilayah NTT.

Kepada POS-KUPANG.COM, di sela-sela kesibukannya mengikuti evaluasi program tersebut di Hotel Millenium Kupang, Rabu (11/7/2018), dia mengisahkan berkeliling ke daerah-daerah di NTT sangat menyenangkan.

"Banyak pengalaman yang saya dapat. Saya bisa berinteraksi dan belajar langsung dari masyarakat, mengenal karakter serta budaya dari setiap daerah, " ungkapnya.

Tugasnya antara lain melakukan koordinasi jalannya program masyarakat aman dan tangguh.

"Saya pantau setiap daerah seperti apa program dijalankan. Kalau berjalan baik yah ditingkatkan, kalau tidak secepatnya dibenahi," ungkapnya.

Dia menambahkan, program ini merupakan program Palang Merah Indonesia (PMI) bekerja sama dengan Australlian Red Croos.

Terkait kegiatan evaluasi Natalia menjelaskan, dalam kegiatan tersebut mereka membahas beberapa hal dalam program tersebut yang sudah berjalan sejak tahun 2016 di tiga daerah di NTT, yakni Manggarai, Belu dan Alor.

Menurutnya, kegiatan ini antara lain sosialisasi tentang penelitian tingkat kerentanan bencana alam, penanggulangan bencana alam, serta pencegahan dan penanggulangan yang sedang dan akan terus berlanjut.

"Pada intinnya dari hasil evaluasi ini, kami akan melihat hal-hal apa yang perlu dikembangkan dan apa yang perlu ditambahkan agar implementasi program ini bisa dirasakan oleh masyarakat, " ungkapnya.

Dikatakannya, tiga wilayah yang disebutkan di atas menjadi prioritas, berdasarkan penelitian dari timnya dalam kerja sama dengan Istitut Pertanian Bogor yang menemukan bahwa deerah-daerah itulah paling rentan terkena bencana alam.

"Yah daerah-daerah tersebut rentan bencana sehingga diprioritaskan. Ke depan, kami akan melanjutkan program yang sudah berjalan, mungkin ada penambahan dan pastinya akan lebih baik lagi," ungkapnya.

Hadir pada evaluasi tersebut, beberapa tokoh penting sekaligus menjadi pemateri antara lain, Kepala Divisi Program Pengelolan Sumber Daya Alam, Andy Afandy, Manager Australian Red Cross, Kharil Azmi, dan ketua PMI Pusat, Arifin Muhamad Hadi.

Evaluasi ini diikuti sejumlah sukarelawan program dan sejumlah tokoh masyarakat dari tiga wilayah yang disebutkan di atas. (*)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Apolonia Matilde
Sumber: Pos Kupang

Video Viral Polisi Sempatkan Diri Beribadah ketika Bertugas di Belakang Suporter Bola

Berita Populer