Kanal

Ricuh, Rekapitulasi Suara Pilkada di Tingkat PPK Boawae Kabupaten Nagekeo

ilustrasi ricuh. - Kompas.com

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY - Proses rekapitulasi suara Pilkada Kabupaten Nagekeo dan Pemilihan Gubernur NTT yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Boawae Kabupaten Nagekeo berlangsung ricuh, Minggu (1/7/2018) sekitar pukul 13.40 Wita.

Kapolres Ngada, AKBP Firman Affandi, S.I.K, kepada POS-KUPANG.COM, Senin (2/7/2018) menjelaskan, Nurkholis Umar (30), saksi pasangan calon bupati nomor urut 2, Johanes Don Bosco Do-Marianus Waja, dianiaya massa pendukung salah satu pasangan calon.

Baca: KPU Larang Eks Koruptor Jadi Caleg, Begini Tanggapan Presiden Jokowi

AKBP Firman menjelaskan, berdasarkan keterangan dari anggota Panwascam Boawae, saksi paket nomor urut 5 (Paslon Paulus Y. Nuwa Veto- Marselinus Ajo Bupu), atas nama Ardus Seda keberatan dengan data pemilih tambahan yang selisih ketika di input.

Selanjutnya Ardus Seda mengajukan keberatan untuk meminta PPK membuka kotak suara dari Desa Nagerawe TPS 002 untuk mengecek daftar hadir pemilih tambahan dan NIK E-KTP.

Lanjut, AKBP Firman, Saksi Paket nomor 2 (Paslon dr. Don Bosco Do-Marianus Waja) atas nama Nurkholis Umar mengajukan keberatan untuk mengecek kembali E-KTP pemilih tambahan sambil memukul meja sebanyak 3 kali.

"Saat itu juga direspon oleh saksi paket nomor 5 (Ardus Seda) karena merasa tersinggung dan bangun dari duduk menuju ke saksi paket nomor 2 (Nurkholis Umar). Saat itu juga petugas PAM dan saksi paket nomor 3 (Paket Evas) melerai," ujar AKBP Firman.

AKBP Firman mengatakan, selanjutnya masa paket nomor 5 langsung masuk kedalam Aula Pleno PPK dan langsung melakukan tindakan Penganiayaan terhadap Saksi paket nomor 2 atas nama Nurkholis Umar (korban).

"Bersamaan juga petugas keamanan langsung melerai dan mengamankan korban di dalam ruang camat Boawae," ungkap AKBP Firman.

Atas kejadian itu, Nurkholis melaporkan seorang pendukung nomor urut 5 bernama Gius Seda (30).

Ketua KPU Nagekeo, Wigbertus Ceme, ketika dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, membenarkan kejadian kericuhan yang terjadi di Kantor Camat Boawae.

"Ya ada (benar ricuh) nanti hubungi langsung Kapolsek Boawae saja," ujar Wigbertus.

Kapolsek Boawae, Ipda Agung, kepada POS- KUPANG.COM, mengaku situasi dan kondisi saat ini sudah sangat kondusif.

"Untuk sementara terpantau aman," ujar Ipda Agung. (*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang

Pimpin Selawatan di Panggung, Wanita Ini Mendadak Pingsan lalu Meninggal Dunia

Berita Populer