Kanal

Memaknai Pesan Gubernur Lebu Raya

Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya - POS-KUPANG.COM/DOK

RAPAT kerja (raker) Gubernur NTT dengan para bupati/walikota se-NTT di Kupang, Kamis (24/5/2018), merupakan raker terakhir Gubernur Frans Lebu Raya yang akan mengakhiri tugasnya 16 Juli 2018. Gubenur Frans Lebu Raya memanfaatkan raker ini sebagai momentum untuk pamit.

Ada banyak hal atau pesan yang disampaikan Gubernur Lebu Raya kepada para bupati/walikota dalam momentum raker ini. Di antaranya Gubernur Lebu Raya berpesan kepada para bupati/walikota untuk bersama aparat keamanan menjaga keamanan di daerahnya masing-masing. Pesan ini sangat penting karena suasana aman dan nyaman merupakan kebutuhan setiap orang.

Walaupun sebagai manusia Gubernur Lebu Raya tidak luput dari kekurangan, namun selama 10 tahun memimpin Provinsi NTT, banyak pihak yang memberikan kesan positif mengenai kepemimpinannya. Tak hanya kiprahnya memperjuangkan berbagai proyek nasional yang masuk ke Provinsi NTT, tapi juga dalam hal kepemimpinan.

Sejumlah bupati, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) sampai pada para staf di setiap OPD memberi kesan positif bagi kepemimpinan Frans Lebu Raya. Misalnya Lebu Raya dinilai sebagai pemimpin yang cerdas tapi lembut, selalu memposisikan stafnya sebagai rekan kerja, jarang marah dan jauh dari kesan umum yang memberi batas atasan dan bawahan.

Dalam mengambil keputusan atau kebijakan, Gubernur Lebu Raya mau mendengar suara dari bawahannya. Lebu Raya juga tahan terhadap berbagai keritikan. Dan hebatnya, Gubernur Lebu Raya mampu mengambil keputusan di tengah situasi sulit dan di tengah badai hujan kritikan.

Dalam menjaga situasi keamanan di NTT, Gubernur Lebu Raya juga mampu 'merangkul' dan bekerjasama dengan aparat keamanan. Seluruh unsur Forkompimda NTT selalu dilibatkan dan bersama-sama dengannya dalam berbagai kegiatan.

Ada makna penting dari pesan Gubernur Lebu Raya dan kesan para bupati/walikota, unsur pimpinan OPD hingga para staf terhadap para pemimpin Provinsi NTT pasca Frans Lebu Raya. Setidaknya makna penting dari pesan dan berbagai kesan tersebut adalah bahwa pemimpin NTT berikutnya harus bisa menjaga situasi kondusif yang sudah dibangun dan diletakkan Gubernur Lebu Raya selama ini. Bila perlu apa yang sudah dibangun Gubernur Lebu Raya harus ditingkatkan kualitasnya..

Inilah sebetulnya makna pesan dan kesan itu dalam konteks situasi Provinsi NTT sedang melaksanakan hajatan politik Pemilihan Gubernur NTT dan pemilihan bupati di 10 kabupaten. Siapapun yang akan memimpin NTT lima tahun ke depan hendaknya mampu membawa Provinsi NTT menjadi lebih maju, menjaga suasana kondusif dan kehidupan toleransi antarumat beragama yang sudah terbina dan terjalin baik selama ini. (*)

Penulis: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang Cetak

VIDEO John Kei, Sosok Pembunuh Sadis Penghuni Sel Khusus Nusakambangan yang Kini Bertobat

Berita Populer