Kanal

Pastor di Belu Perbatasan RI-RDTL Basuh dan Cium Kaki Anak SD

Uskup Atambua, Mgr. Domi Saku membasuh kaki pelakon rasul Yesus dalam misa suci di Gereja Katedral Santa Maria Immaculata Atambua, Timor, NTT pada Kamis (29/3/2018). - EUSTHACIUS MALI

POS-KUPANG.COM|ATAMBUA - Perayaan Kamis Putih mengenang perjamuan malam terakhir dan pembasuhan kaki para rasul oleh Yesus mengajarkan dua wujud cinta kasih Kristus. Yakni penyerahan diri dan pelayanan tanpa pamrih.

Sebagaimana ditandaskan Uskup Atambua, Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr dalam misa suci di Gereja Katedral Santa Maria Immaculata Atambua, Timor, NTT pada Kamis (29/3/2018).

Dalam kotbahnya pada misa kudus yang dihadiri sekitar puluhan ribu umat katolik itu, Uskup Domi mengajar tentang makna cinta kasih Kristus yang diwujudkan dengan penyerahan diriNya sendiri sebagai kurban demi menebus  dosa umat manusia.

Pemberian diri yang paling berharga kepada umatNya, kepada gerejaNya adalah hidupNya sendiri.

Baca: Pria di Manggarai Terjatuh Usai Terdengar Letusan Senjata, Ternyata Ini yang Terjadi

 “Tuhan membagikan kehidupanNya, memberikan kekuasaanNya dan keilahianNya supaya umat memperroleh kehidupan itu dan masuk dalam kehidupanNya sendiri,” urai Sang Uskup kepada umat gembalaannya.

Lebih lanjut ia menegaskan, hostia kudus atau ekaristi dinamakan bekal perjalanan kita menuju kepada kehidupan yang kekal.

Dan itulah sebabnya St. Yohanes dalam Injilnya mengajar, “Bekerjalah bukan untuk makanan yang akan binasa, melainkan untuk makanan yang lestari, yang bertahan untuk kehidupan yang kekal.” 

Selain penyerahan diri, cinta kasih juga  terungkap dalam semangat pelayanan. 

Melayani sesama ala Yesus Kristus berarti tidak hanya dalam bentuk kata-kata dan cita-cita melainkan dalam tindakan nyata berbuat baik bagi sesama.

Halaman
123
Editor: Fredrikus Royanto Bau

Pimpin Selawatan di Panggung, Wanita Ini Mendadak Pingsan lalu Meninggal Dunia

Berita Populer