Kanal

Mempersoalkan Eksistensi Bank NTT

Plt Dirut Bank NTT, Eduardus Bria Seran - POS KUPANG/ENOLD AMARAYA

POS KUPANG.COM -- Persoalan di tubuh Bank NTT mencuat terkait pengangkatan serta penetapan direksi dan komisaris Bank NTT yang oleh sebagian orang diduga tidak prosedural.

Namun Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank NTT yang digelar, Kamis (25/1/2018) telah memutuskan untuk mengesahkan Surat Keputusan (SK) Gubernur NTT, Frans Lebu Raya yang intinya memperpanjang masa jabatan direksi dan Komisaris Bank NTT serta menetapkan sistem dan prosedur (sisdur).

Keputusan RUPSLB di Kantor Pusat Bank NTT pun tidak ada yang berubah sesuai dengan apa yang sudah diputuskan dalam RUPS di Maumere tahun lalu.

Menarik perhatian bahwa sehari menjelang RUPS Luar Biasa Bank NTT, sejumlah aktivis DPD I Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) NTT menggelar aksi damai ke kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kantor Pusat Bank NTT di Jalan WJ Lalamentik, Kupang.

Aksi tersebut kiranya ditanggapi secara positif sebagai wujud perhatian dan kecintaan KNPI terhadap bank kebanggaan masyarakat NTT ini.

Ada sejumlah harapan dan catatan KNPI yang perlu diterima sebagai masukan berharga untuk pembenahan walaupun manajemen Bank NTT tentu memiliki sisdur, anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang menjadi pedoman.

Masyarakat NTT meyakini apapun keputusan yang diambil para pemegang saham dalam RUPS Luar Biasa sudah mengacu pada aturan main perbankan, khususnya aturan yang dikeluarkan OJK selaku lembaga berkompeten dan berwenang di bidang jasa keuangan.

Bahwa ada persoalan internal Bank NTT, misalnya, hal itu mestinya bisa diselesaikan karena bank ini sudah memiliki mekanisme yang baku. Masyarakat mendambakan Bank NTT dikelola secara profesional.

Jangan diintervensi apalagi dipolitisir pihak-pihak tertentu yang muaranya hanya ingin mengambil keuntungan dengan cara mengail di air keruh. Koreksi terhadap Bank NTT jangan dimanfaatkan pihak-pihak tertentu yang punya kepentingan serta motif terselubung.

Dengan kata lain koreksi masyarakat terhadap bank itu penting dan memang dibutuhkan tetapi jangan sampai mengorbankan kepentingan yang lebih besar. Bank NTT tidak boleh alami guncangan hebat yang membuat masyarakat justru kehilangan kepercayaan. Hal ini sedapat mungkin tidak terjadi.

Adalah tugas semua pemangku kepentingan untuk menjaga eksistensi Bank NTT agar bank milik masyarakat Flobamora ini tetap berkembang dan tidak diganggu intrik- intrik dari luar sistem yang bisa merusak kinerjanya.

Semoga pasca RUPS Luar Biasa awal tahun ini para direksi dan seluruh jajaran Bank NTT bekerja lebih keras dan lebih cerdas lagi untuk meningkatkan kinerja.

Bank ini sudah mencatat banyak prestasi menggembirakan di masa lalu. Pertahankan itu dan sedapat mungkin terus ditingkatkan pada hari-hari mendatang.*

Penulis: PosKupang
Editor: Putra
Sumber: Pos Kupang Cetak

Viral Rumah Bohemian Rapsody di Blitar, Gaya Eropa dan Dianggap Mistis, Lihat Video Penampakannya

Berita Populer