Kanal

Kerja Bersama Mencegah Hepatitis

Ilustrasi - Shutterstock

POS KUPANG.COM - Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Kota Kupang, Sri Wahyuningsih, SKM.M.Kes menyebutkan hepatitis lebih mengerikan dibanding penyakit menular lain seperti HIV/AIDS karena cara menularnya sangat gampang.

Apa yang dikatakan Sri Wahyuningsih itu tentu beralasan karena sebagian besar orang masih menganggap sepele penyakit hepatitis.

Sri pun menunjukkan data yang butuh perhatian sangat serius. Betapa tidak, jumlah ibu hamil yang positif terkena hepatitis B di Kota Kupang dari tahun ke tahun cenderung bertambah.

Lebih memprihatinkan lagi, dalam dua tahun terakhir ini trennya meningkat pesat.

Dia menyebutkan, jumlah ibu hamil di Kota Kupang yang tes hepatitis B tahun 2016 sebanyak 331 orang. Dari jumlah itu yang positif hepatitis B sebanyak 24 orang. Pada tahun 2017 jumlah ibu hamil yang tes hepatitis B 2.765 orang.

Dari jumlah itu yang positif hepatitis B 140 orang. Sri menambahkan, sesuai hasil riset kesehatan nasional penderita hepatitis di Kota Kupang dan NTT umumnya tergolong tinggi.

Menghadapi problem ini tentu sudah saatnya warga Kota Kupang khususnya dan masyarakat NTT pada umumnya untuk waspada terhadap hepatitis.

Caranya banyak. Yang sangat dianjurkan adalah memeriksakan diri di sarana kesehatan terdekat untuk memastikan apakah dalam tubuh kita ada virus hepatitis atau tidak. Memastikan itu sangat penting guna memudahkan penanganan lebih lanjut.

Khusus untuk ibu hamil pemerintah tegas wewajibkannya melalui Peraturan Menteri
Kesehatan (Permenkes) RI Nomor 52 Tahun 2017. Aturan itu menugaskan pemerintah daerah memfasilitasi pemeriksaan hepatitis B bagi setiap ibu hamil. Secara operasional dilaksanakan Dinas Kesehatan beserta seluruh jajarannya.

Di Kota Kupang pemeriksaan hepatitis B bagi ibu hamil sudah diselenggarakan sejak tahun 2016. Bagaimana kabupaten lainnya di Nusa Tenggara Timur (NTT)?

Jangan-jangan malah belum sama sekali. Kita sudah bisa membayangkan dampak buruknya manakala ibu hamil menderita hepatitis. Penularan pada si buah hati hampir pasti terjadi dan itu merupakan bahaya kemanusiaan yang luar biasa.

Jika di Kota Kupang sebagai ibu kota provinsi saja ibu hamil yang periksa hepatitis masih tergolong kecil, di daerah pelosok Flobamora kita sudah bisa membayangkan situasinya jauh lebih memprihatinkan lagi.

Mengatasi masalah ini, tentu pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Sangat dibutuhkan kerja sama dengan masyarakat untuk sama-sama mencegahnya. Mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Oleh karena itu, mulai saat ini perlu ada gerakan bersama dari tingkat provinsi hingga ke daerah-daerah untuk memeriksakan diri soal hepatitis.

Kalau tidak, orang terlena dan setelah kena serangan hepatitis baru kaget. Tugas mengarahkan masyarakat memeriksakan diri tidak hanya pemerintah. Semua tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda agar bahu-membahu dalam semangat kebersamaan. Semoga! *

Penulis: PosKupang
Editor: Putra
Sumber: Pos Kupang Cetak

Terekam Kamera Sosok Pria yang Diduga Selingkuhan Angel Lelga, Digerebek Vicky Berduaan di Kamar

Berita Populer