Kanal

Kejar Pelaku Utama Pungli di Sumba Barat

- ILUSTRASI

POS KUPANG.COM - Aksi pungutan liar (pungli) oleh oknum-oknum yang memiliki jabatan dan kewenangan di berbagai daerah di Indonesia sangat merugikan masyarakat.

Itulah yang mendorong Presiden Joko Widodo membentuk Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli). Satgas yang dikendalikan Menko Polhukam ini akan memberantas praktik pungli di semua level.

Tim Saber Pungli terbentuk pada 21 Oktober 2016 berdasarkan Perpres 87 tahun 2016 tanggal 21 Oktober 2016.

Di Nusa Tenggara Timur (NTT), tim ini sudah beraksi. Salah satu aksi satgas yang masih segar dalam ingatan masyarakat NTT saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Pelabuhan Tenau Kupang tahun lalu.

Mereka yang ditangkap diduga melakukan pungli di Kapal Motor Sabuk Nusantara 3 yang bersandar di Pelabuhan Tenau. Saber Pungli Polda NTT juga melakukan OTT di Mapolres Manggarai.

Paling anyar tim saber pungli Kejaksaan Negeri Sumba Barat yang dipimpin Kasi Intelijen, Iswan Noor, S.H menangkap Yosep Weo di Kereloko, Kelurahan Wailiang, Kecamatan Kota Waikabubak, Senin (15/1/2018) pukul 12.30 Wita.

Yosep adalah staf Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, wilayah Sumba Barat, Sumba Barat Daya dan Sumba Tengah. Yosep Weo diduga melakukan pungutan liar sebesar Rp 250.000 untuk perpanjangan masa kontrak guru-guru honor tahun 2018.

Kita patut memberi apresiasi atas kerja tim Saber Pungli dalam mengungkap kasus ini. Dan, kita berharap aparat kejaksaan bisa mendalami kasus ini untuk mengungkap aktor intelektual atau pelaku utama. Sebab, patut diduga orang ditangkap aparat kejaksaan tidak bekerja sendirian.

Kita perlu menduga ada pihak lain yang memerintahkan pelaku untuk pungli terhadap guru honor. Tidak boleh percaya begitu saja bahwa itu murni atas inisiatifnya sendiri.

Kita tidak boleh berhenti memerangi pungli. Sebab dalam keseharian masih saja terjadi. Kita juga sedapat mungkin menghindari calo. Kalau masih ada yang menggunakan jasa calo misalnya saat mengurus STNK, maka secara tidak langsung sudah membiarkan aksi suap terjadi. Apapun namanya pembayaran melalui pintu belakang itu menyuburkan suap dan pungli.

Melawan pungli perlu dimulai dari dalam diri kita sendiri dengan cara tidak memberi sesuatu kepada petugas selain pungutan yang sudah ditetapkan sesuai aturan yang berlaku.

Langkah lainnya, laporkan kepada aparat berwenang pada kesempatan pertama manakala kita melihat praktik pungli dalam pelayanan publik atau menjadi korban dari kejahatan tersebut.

Partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar pemberantasan pungli berjalan efektif. Bagi tim Saber Pungli, jangan pernah berpuas diri karena di luar sana praktik pungli masih saja terjadi. *

Penulis: PosKupang
Editor: Putra
Sumber: Pos Kupang Cetak

Gadis di Sumbar Diperkosa Teman Pacar saat Kelelahan Mendaki Gunung hingga Akhirnya Tewas

Berita Populer