Kanal

Ini Jeritan Hati Pemilik Mobil di Balik Capaian Rekor Muri Festival Fulan Fehan 2017

Kadishub Belu, Anton Suri - ISTIMEWA

Laporan Reporter Pos Kupang, Edy Bau

POS-KUPANG.COM|ATAMBUA--Ceritra suksesnya Festival Fulan Fehan (F3) yang berhasil meraih penghargaan Museum Rekor Indonesia (Muri) karena menampilkan penari likurai terbanyak pada tanggal 28 Oktober 2017 lalu masih terasa sampai saat ini.

Namun di balik ceritra sukses ini, ada kisah pilu dan jeritan hati para pemilik mobil yang disewa panitia untuk mengangkut para penari dan peserta menuju padang Fulan Fehan. Ada pemilik mobil yang mengeluhkan karena harus membayar angsuran kredit mobil.

Informasi yang dihimpun Pos Kupang, sebagian besar mobil yang disewa belum dibayar oleh panitia dan jika dihitung, jumlahnya lebih dari Rp 60 juta.

Sejumlah pemilik yang belum mendapatkan pembayaran antara lain, Ink Rp 39 Juta, Anus Rp 8 Juta, Joni Rp 6 juta, Maxi Rp 1,8 juta, Ernest Rp 1,5 juta, Ana Rp 1,5 juta, Tony Rp 1,5 juta, Fin Rp 1,5 juta.

Salah satu pemilik mobil asal Weluli, Kecamatan Lamaknen kepada Pos Kupang, Senin (18/12/2017) mengatakan, ada enam unit mobilnya yang disewa panitia namun yang dibayarkan pada awal kegiatan hanya Rp 3,5 juta dan masih menyisahkan Rp 39 juta.

Sedangkan masih ada pemilik mobil lain yang mengeluh karena biaya sewa mobil tak kunjung dibayarkan.

"Jadi waktu itu dari Dinas Perhubungan Kabupaten Belu yang mencari mobil untuk kegiatan Festival Fulan Fehan. Saya punya ada enam mobil. Ada bus dan truck," kata pemilik mobil yang meminta namanya tak diberitakan.

Menurutnya, mobil disewa oleh panitia Festival Fulan Fehan selama tiga hari terhitung tanggal 26, 27 dan 28 Oktober 2017.

Tugas mereka termasuk mengangkut penumpang dari Atambua.

"Habis kegiatan sampai sekarang kita masih masuk nota tapi diajukan habis tidak ada realisasi sampai sekarang. Kita sudah pergi berapa kali tapi mereka bilang ada kurang dana jadi masih usulkan ke pemda tapi masih sampai sekarang belum realisasi," ungkapnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Belu yang mengkoordinir seksi transportasi Festival Fulan Fehan, Drs. Anton Suri kepada Pos Kupang, Selasa (19/12/2017) pagi membenarkan adanya hutang sewa mobil yang belum dibayarkan.

Menurutnya, sewa mobil tersebut belum dibayarkan karena alokasi anggaran untuk transportasi tidak cukup. Meski demikian, lanjutnya, pemerintah sedang berupaya untuk membayar tunggakan transportasi yang ada.

"Pemerintah pasti bayar. Sisa sekarang yang belum bayar sekitar Rp 103 juta lebih," jawabnya. (*)

Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang

Kronologi Polisi Gadungan Perkosa Siswi SMK di Hadapan Pacar, Berawal Kepergok Mesum di Warnet

Berita Populer