Kanal

Dua Jaksa Antar Ignatia ke Kupang

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Dua orang jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Maumere, Umarul Faruq, S.H, Badi, S.H, dan seorang staf, Polce, mengantar Dra. Ignatia Da Iring ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Kupang, Senin (19/10/2015).

Ignatia adalah tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat-alat kesehatan (alkes) di Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka tahun 2006-2007 senilai Rp 4 miliar.

Ignatia yang didampingi kuasa hukumnya, Antonius Stephanus, S.H, dan dua jaksa Kejari Maumere tersebut bersama staf ke Kupang menumpang pesawat Nam Air. Pesawat tersebut mendarat di Bandara Frans Seda Maumere dari Denpasar pukul 10.00 Wita. Pesawat melanjutkan penerbangan ke Kupang pukul 10.30 Wita.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Maumere Martiul,S.H, menyampaikan hal itu melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Umarul Faruq, S.H ketika dihubungi Pos Kupang dari Maumere, Senin (19/10/2015).

Ia menjelaskan, mereka tiba di Bandara El Tari sekitar pukul 11.30 Wita. Setiba di Kupang, mereka mengantar Ignatia ke Lapas Wanita Kupang untuk menjalani masa penahanan.

Selanjutnya mereka mengatar berkas perkara kasus Alkes Sikka kepada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang untuk menetapkan jadwal persidangan kasus tersebut.

Faruq mengatakan, sebelum dibawa ke Kupang, Ignatia didampingi kuasa hukumnya, Antonius Stephanus, memenuhi panggilan Kejari Maumere pada Senin (12/10/2015), terkait kelanjutan proses hukum kasus korupsi Alkes Dinas Kesehatan Sikka senilai Rp 4 miliar. Setelah itu, jaksa langsung meminta identitas Ignatia dan melakukan pemeriksaan administrasi.

Tepat pukul 17.00 Wita Ignatia diantar empat jaksa Kejari Maumere dan satu staf Kejari Maumere menuju ke Rutan Maumere. Saat ke Kupang, Ignatia tetap didampingi kuasa hukumnya Antonius Stephanus, S.H.

"Ignatia menjalani proses hukum atas kasus yang menimpanya karena jabatannya sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) ketika proyek itu dilaksanakan dan menuai masalah hukum. Berkas perkara dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Kupang," jelas Faruq.

Ia mengatakan, kasus korupsi pengadaan alkes di Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka dibiayai anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2007. Pengadaan alkes tersebut terdiri dua paket pekerjaan.

Paket pertama Rp 4.204.291.000 dikerjakan PT Sehat Sejahtera Utama. Perusahaan mengadakan 287 paket peralatan. Paket kedua pengadaan 215 item peralatan senilai Rp 1. 526.174.000 dimenangkan PT Mentari Indo Far.

"Pelaksanaan proyek ini telah selesai, tapi ada beberapa item barang yang masih kurang. Kekurangan barang itu terus dilengkapi, namun masih tetap kurang dan menimbulkan kerugian negara untuk paket pertama sebesar Rp 1 miliar lebih," kata Faruq. (ris)

Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang Cetak

Kronologi Lengkap Mahasiswi Dibunuh Pacar di Aceh, Diajak Jalan hingga Pelaku Kabur ke Rumah Ipar

Berita Populer