Kanal

Dibisiki Mengurus Anak Jalanan

Fony Mella - PK

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Mengurusi anak-anak jalanan, pendorong kereta, anak penjual kertas kresek dan anak pemulung bukan hal baru bagi Fony Mella. Ibu dua anak ini sudah menjalani pekerjaan kemanusiaan seperti ini sejak berusia remaja.

Panggilan ini semakin menjadi ketika pada suatu hari ia berdoa, terdengar bisikan untuk segera pulang ke Kupang. Ia tidak tahu apa maksud bisikan tersebut, tetapi ia bersama suami dan anak-anak yang saat itu tinggal di Jakarta akhirnya pulang ke Kupang tahun 2010. Sekembalinya ke Kupang, ia dan suami bergabung dengan gereja reformasi.

Suatu saat ketika berbelanja di Pasar Oeba, ia terkejut melihat banyak sekali anak usia sekolah yang bekerja mendorong gerobak dan menjual kantong kresek. Keterkejutan lain adalah ketika melihat beberapa anak yang menjual koran di perempatan Jalan El Tari Pos Polisi Oebobo dan di depan Kantor Gubernur NTT.

Di sini barulah ia mengerti arti bisikan yang pernah didengarnya. Ia dan suami akhirnya mendirikan lembaga Obor Timor Ministry sebagai rumah singgah bagi anak-anak jalanan. Ia juga berharap pemerintah mau membantu pembebasan biaya sekolah anak-anak jalanan yang kembali bersekolah seperti yang dilakukan terhadap anak panti.

Bagaimana sepak terjangnya mengurus anak jalanan di Kota Kupang? Berikut petikan wawancara wartawati Pos Kupang, Apolonia Matilde Dhiu, dengan Pdt. Vony Mella, di kediamanya, Rabu (23/9/2015).

Bisa diceritakan kapan Anda mulai melakukan kerja-kerja kemanusiaan terutama untuk anak jalanan?
Saya mulai kerja-kerja kemanusiaan sudah lama, sejak saya masih remaja. Saya sudah terlibat dalam kegiatan kemanusiaan. Saya melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Theologia Injili Abdi Allah di Mojokerto. Di sini, selain sekolah kami juga terjun ke pelayanan-pelayanan anak.

Kami melakukan pelayanan di beberapa tempat seperti di BKA Gratia Surabaya, Gereja Kristen Sidoarjo, Gereja Kristen Kalam Hidup Jakarta dan sekolah Kalam Hidup. Kami juga melakukan pelayanan di kampus. Kebetulan suami melanjutkan pendidikan S2 (master) di Mojokerto, saya juga ikut dan melakukan pelayanan di sana. Saya juga melakukan pelayanan di Yayasan Pekabaran Injil Indonesia Batu-Malang untuk anak-anak di bidang diakonia.

Lalu kenapa Anda mau kembali ke Kupang?
Ketika melakukan pelayanan, hati saya merasa tergerak untuk segera kembali ke Kupang. Dan, memang saat berdoa sepertinya mendapat bisikan dari Tuhan untuk kembali ke Kupang. Tahun 2010, saya dan suami kembali ke Kupang.

Apa yang Anda lakukan saat kembali ke Kupang?
Di Kupang saya dan suami bergabung dengan salah satu gereja reformasi. Suatu saat saya dan suami jalan-jalan ke Pasar Oeba, ternyata kami melihat banyak anak-anak usia sekolah yang mendorong gerobak dan menjual kertas kresek. Kami mengobrol dengan anak-anak. Banyak kisah yang kami temukan dari mereka, mengapa mereka berada di pasar dan di jalan-jalan.

Lalu, apa yang Anda lakukan setelah mendengar kisah mereka?
Pada bulan Desember 2010, saya dan suami berinisiatif mengumpulkan mereka dan merayakan Natal bersama. Anak- anak ini akhirnya sering datang ke rumah untuk syering tentang pergumulan mereka. Kami mengunjungi kos-kosan mereka, dan sangat kaget, ternyata mereka ini bisa tinggal dalam satu kamar kos dengan 15 orang.

Halaman
1234
Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang Cetak

Wanita Tewas Dalam Lemari Pernah Unggah Foto Bersama Pelaku, Sempat Usir dari Kos sebelum Dibunuh

Berita Populer