Kanal

Pengantin Pria Meninggal di Hari Pernikahannya

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Lorens Dalo, ayah kandung Elisabeth Estarisa sempat tak percaya mendengar kabar calon menantunya, Eginius Piki, meninggal dunia di hari pernikahannya bersama putri keduanya di Stasi Wolowiro, Paroki Salib Suci Mauloo, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, Selasa (29/9/2015) pagi.

Lorens menjelaskan, awalnya ia mendapat kabar menantunya dilarikan ke RSUD Maumere karena sakit. Lorens terkejut mendapat informasi itu karena menurutnya hari itu (Selasa kemarin), Elisabeth dan Eginius, akan mengikat janji suci dalam pernikahan secara Katolik dipimpin Pastor Paroki Mauloo, Romo Marsel, O.Carm.

Namun, ayah tiga anak ini memutuskan ke RSUD Maumere. Ketika tiba di rumah sakit ia melihat Eginius telah menghembus napas terakhir. Selain Lorens, keluarga besar yang ada di tenda pesta pun tak percaya pengantin pria dilarikan ke Puskesmas Paga lalu dibawa ke RSUD Maumere karena terbaring lemas di kamar pengantin setelah mengeluarkan muntah dari mulutnya.

"Saya sempat tidak percaya ketika mendapat kabar menantu saya ada di RSUD Maumere karena sakit. Saya tidak ikut acara pernikahan mereka karena rumah kami tidak ada yang jaga. Istri saya dan keluarga lainnya ikut. Begitu sampai di rumah sakit, Eginius sudah meninggal," jelas Lorens, pensiunan guru di Sikka ini kepada Pos Kupang di ruangan jenazah RSUD Maumere, Selasa (29/9/2015). Saat ditemui Lorens mendampingi Elisabeth, yang sedang menggendong anaknya berumur dua bulan.

Di samping Elisabeth, ada seorang wanita muda membantu menggendong anak Elisabeth karena anak keduanya lahir kembar pria pada Juli 2015. Lorens sempat kebingungan dan dari raut wajahnya ia tak bisa berbuat apa-apa. Lorens hanya berdiri terpaku di belakang Elisabeth.

"Elisabeth ini anak saya yang kedua. Dia dan Eginius selama ini tinggal di Wolowiro. Selama ini mau berkat gereja tunda karena Elisabeth mau melahirkan anak kedua. Setelah itu, beberapa pekan lalu Eginius dan Elisabeth ke rumah kami di Centrum, Nangameting. Keduanya memberi tahu bahwa mereka mau diberkat Pastor Paroki Mauloo, Selasa (29/9/2014) pagi," jelas Lorens.

Ia mengatakan, dua hari lalu sebelum pemberkatan, Eginius ke rumah ambil babi dan moke (minuman alkohol tradisional) serta beras untuk dibawa ke Wolowiro buat acara pernikahan. Waktu dia datang, lanjut Lorens, tidak ada tanda-tanda ada sakit atau mengeluh sakit.

Lorens mengaku tidak ada firasat akan terjadi sesuatu pada menantunya yang dikenal baik dan rajin itu. Mengenai penikahan yang telah mengeluarkan biaya dan sudah ada ternak yang disembelih, Lorens menyatakan, semua itu tidak akan dipersoalkan.

"Saya sudah putuskan tenda jangan dibuka. Babi yang sudah dibunuh dan makanan yang sudah dimasak kalau ada yang datang mau beri selamat buat pernikahan anak saya dilayani saja. Semua pasti sudah tahu kalau Eginius sudah meninggal. Apa yang sudah dimasak dan dibunuh (babi) harus diberikan kepada orang. Sekarang ini yang terpenting jenazah Eginius dibawa ke Wolowiro untuk pemakaman," tegas Lorens.

Ia menuturkan, undangan pernikahan anaknya telah disebarkan melalui keluarga dan tidak menggunakan undangan tertulis, tapi melalui pesan kepada keluarga dan sahabat kenalan.

Halaman
12
Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang Cetak

Warga Gerebek Guru Honorer Asal Madura yang Cabuli Siswi SMP di Dalam Mobil, Awal Kenalan di Medsos

Berita Populer